Berita Tuban

Berkapasitas 300 Ribu BPH, Proyek  Kilang Minyak Tuban Diprediksi sampai 6 Tahun

SVP Project Execution Pertamina, Amir Siagian mengatakan, kilang minyak Grass Root Refinery pengerjaannya bisa bertahun-tahun.

Berkapasitas 300 Ribu BPH, Proyek  Kilang Minyak Tuban Diprediksi sampai 6 Tahun
foto: dokumentasi
Kondisi kilang minyak Pertamina RU VI Balongan Indramayu. 

SURYA.co.id | TUBAN - Pembangunan kilang minyak Grass Root Refinery (GRR) telah memasuki tahap sosialisasi pengadaan lahan, usai Mahkamah Agung mengabulkan kasasi yang diajukan Pemprov Jatim, yang sebelumnya Penlok digugat dan dimenangkan warga di PTUN Surabaya.

Kilang minyak yang melibatkan Pertamina dan Rosneft perusahaan minyak asal Rusia itu diprediksi memakan waktu lama dalam pengerjaannya.

Jika sudah beroperasi, kapasitas produksi minyak bisa mencapai 300 ribu barel per hari (BPH).

SVP Project Execution Pertamina, Amir Siagian mengatakan, kilang minyak Grass Root Refinery pengerjaannya bisa bertahun-tahun.

Jika melihat kapasitas kilang, pengerjaan proyek tidak bisa cepat karena ini besar.

"Pengerjaan proyek kilang bisa memakan waktu 5-6 tahun, mungkin sebagian sudah dapat informasi tersebut," Ujar Amir kepada wartawan saat di Tuban, Minggu (18/8/2019).

Saat ini, pihak Pertamina juga mengaku sudah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dari warga sekitar untuk di sekolahkan khusus Migas di Cepu.

Tujuan dari menyekolahkan para pemuda di sekitar wilayah GRR memang untuk menyiapkan masa depan di wilayah kilang minyak.

"Warga sekitar sudah kita sekolahkan Migas di Cepu, SDM sudah kita siapkan tentunya," Pungkasnya.

Opsi lokasi pembangunan kilang minyak ini membutuhkan lahan sekitar 841 hektare, rinciannya lahan KLHK 348 hektare, dan lahan warga 493 hektare, meliputi Desa Wadung, Sumurgeneng, dan Kaliuntu, Kecamatan Jenu. 

Sebelumnya kilang akan ditempatkan di Desa Remen dan Mentoso membutuhkan lahan 548 hektare, rinciannya lahan KLHK 348 hektare, dan lahan warga sekitar 200 hektare lebih, namun tak kunjung selesai pembebasannya sehingga dialihkan di tiga Desa tetangga.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved