Berita Nganjuk

Sinkronisasi Pasar Hortikultura, Upaya Pemkab Nganjuk Perluas Pemasaran Hasil Perkebunan

Buah sayuran blonceng sehat menjadi salah satu komoditas hasil perkebunan di Kabupaten Nganjuk yang berupaya dikembangkan pemasarannya.

Sinkronisasi Pasar Hortikultura, Upaya Pemkab Nganjuk Perluas Pemasaran Hasil Perkebunan
foto: istimewa
Salah satu buah sayuran blonceng sehat menjadi salah satu komoditas hasil perkebunan di Kabupaten Nganjuk yang berupaya dikembangkan pemasarannya. 

SURYA.CO.ID | NGANJUK - Upaya singkronisasi pasar, Pemkab Nganjuk mulai lakukan penataan pemasaran hasil hortikultura sehat. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi benturan dalam upaya pemasaran produk hortikultura dari Perkebunan di Kabupaten Nganjuk.

Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadu megatakan, selama ini seringkali terjadi benturan dalam pemasaran hasil hortikultura. Seolah, antara petani penghasil buah hortikultura dengan Pemkab Nganjuk jalan sendiri-sendiri.

"Pada ujungnya antara petani buah dengan Pemkab bersaing sendiri dipasar dengan komodias yang sama. Itu tidak untuk pemasaran produk dari Nganjuk " kata Marhaen Djumadi, Minggu (18/8/2018).

Dijelaskan Kang Marhaen panggilan akrab Wabup Nganjuk Marhaen  Dumadi, dorongan yang diberikan untuk penataan pemasaran hortikultura di Kabupaten Nganjuk dengan memperluas pasar.

Artinya, pasar hortikultura asal Kabupaten Nganjuk tidak disitu-situ saja. Melainkan terus diperluas hingga di pasar Nasional.

"Bahkan, pemasaran bisa dilakukan hingga ke Pasar Internasional atau ekspor. Dan itu bisa saja dilakukan asalkan ada keinginan kuat dalam pemaran produk hortikultura, seperti jambu kristal sehat atau buah sayur sehat dan lainya," ucap Kang Marhaen.

Pemkab Nganjuk sendiri, menurut Kang Marhaen, akan mendorong dengan mencari pemasaran baru untuk produk hortikultura tersebut.

Disamping itu, Pemkab Nganjuk juga mendorong pemasaran produk melalui kebijakan yang dirasa perlu dibuat untuk membuka peluang pasar.

"Yang pasti, kami akan berusaha memperluas pemasaran produk hortikultura asal Nganjuk hingga kemana-mana. Dan itu tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri tetapi harus bersama-sama antara petani penghasil dengan Pemkab Nganjuk," tutur Kang Marhaen.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved