Berita Magetan

Perajin Wayang Kulit semakin Langka, Ki Suprayitno Bertekad Terus Berkarya meski Minim Perhatian

Ki Suprayitno, satu-satunya seniman perajin wayang kulit yang tersisa di Magetan. Dia bertekad terus menekuni budaya leluhur yang sepi penggemar.

Perajin Wayang Kulit semakin Langka, Ki Suprayitno Bertekad Terus Berkarya meski Minim Perhatian
surya.co.id/doni prasetyo
Ki Suprayitno, satu-satunya seniman perajin wayang kulit yang tersisa di Magetan. Dia bertekad terus menekuni budaya leluhur yang semakin sepi penggemar ini meski minim perhatian pemerintah. 

SURYA.co.id | MAGETAN - Kesenian wayang kulit, semakin kurang penggemarnya. Padahal seni tradisional ini sarat dwngan pesan moral, pelajaran budi pekerti, serta adat ketimuran yang adiluhung.

Namun, kesenian wayang kulit semakin tahun semakin tergusur dan tergantikan dengan gadget atau  gawai. Alat atau instrumen canggih berteknologi terbaru.

Perajin wayang kulit sendiri di wilayah Madiun, meliputi Madiun, Ponorogo, Pacitan, Ngawi dan Magetan tidak lebih dari lima seniman.

KI Suprayitno seniman perajin wayang kulit yang tinggal di Lingkungan Singolangu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, ini mungkin satu satunya yang tersisa.

"Saya biasa mengerjakan satu kotak berisi sekitar 150 tokoh pewayangan mulai Nangkulo sampai Batara Narada, itu termasuk Punokawan semar, Gareng, Petruk dan Bagong, "kata Ki Suprayitno, Minggu (18/8/2019).

Satu tokoh wayang kulit, lanjut Ki Suprayitno, dikerjakan sampai dua pekan. Tinggal detail tokoh wayang kulit yang dibuat.

Namun, dari tokoh wayang kulit sebanyak itu, rata-rata memiliki tingkat kerumitan sama, belum pewarnaan bermacam-macam untuk menggambarkan watak tokoh itu.

"Kalau konsentrasi bener, pengerjaan satu tokoh wayang bisa selesai sepekan. Tapi kalau tidak ada pesanan, kita kerjakan sambil bertani, selesai dua hingga tiga pekan. Maklum bertani untuk penghidupan keluarga," jelas bapak dua anak ini.

Di katakan Ki Suprayitno, harga untuk satu tokoh wayang kulit mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 3 jutaan. Harga itu menentukan tingkat kerumitan detail wayang kukit dan bahan yang digunakan.

"Satu lembar kulit kerbau, bisa jadi empat - enam tokoh wayang. Tergantung besar kecilnya tokoh, itu ukuran baku atau standar wayang kulit. Kalau pesanan khusus biasanya diluar ukuran standar, termasuk wayang kulit kreasi,"kata Ki Suprayitno.

Selama ini pesanan datang dari Solo, Yogyakarta, Semarang, Surabaya dan Kalimantan. Pernah hasil kerajinan wayang kulitnya di beli warga Malaysia datang di rumahnya yang merangkap sanggar atau bengkel.

"Kalau pesanan perorangan yang paling banyak dipesan tokoh-tokoh seperti Anoman, Bima, Gatotkaca, Kresno, Jatayu, Gunungan, Punokawan Semar, Gareng Petruk, Bagong. Kalau ada pembeli yang datang kesini, dan sudah ada persediaan langsung transaksi," ujar seniman wayang kulit yang gemar berternak burung dan ayam kalkun ini.

Menurut seniman yang belajar memahat wayang kulit secara otodidak ini, selama ini belum ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Magetan, atau Pemerintah Provinsi atau pusat.

Namun, bertekad terus mengembangkan secara mandiri dan menularkan kepiawaiannya membuat wayang kulit ini kepada siapa pun.

"Saya akan terus berkesenian sebagai perajin wayang kulit, meski tanpa dibantu siapa pun. Dan ilmu memahat wayang kulit yang saya dapat gratis dari Tuhan ini akan saya tularkan kepada siapa pun yang berminat,"pungkas Ki Suprayitno.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved