Berita Nganjuk

Pemkab Nganjuk Siapkan 500 Hektare Lahan Percontohan, Implementasikan Teknologi Pertanian 4.0

Siapkan lahan percontohan seluas 500 hektare, Pemkab Nganjuk implementasikan teknologi pertanian 4.0.

Pemkab Nganjuk Siapkan 500 Hektare Lahan Percontohan, Implementasikan Teknologi Pertanian 4.0
surya.co.id/ahmad amru muiz
Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Pemkab Nganjuk bertekad untuk mengimplementasikan penerapan teknologi Pertanian 4.0.

Ini setelah rencana tersebut mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pertanian yang disampaikan langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kepada Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengatakan, bentuk dukungan Kementan kepada Kabupaten Nganjuk dalam penerapan teknologi smart farming 4.0 dengan berbagai bantuan benih unggul, traktor, mesin pengering, serta pendampingan teknologi.

"Bahkan, Bapak Menteri Pertanian akan datang dan meresmikan implementasi tekologi pertanian 4.0 di langsung di Kabupaten Nganjuk bulan September nanti," kata Mas Novi panggilan akrab Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat, Minggu (18/8/2019).

Dijelaskan Mas Novi, Menteri Pertanian memastikan program ini akan dikawal dengan baik oleh jajaran Kementan di level bawah. Dimana dalam penerapan Pertanian 4.0 Kementan mendorong implementasi di Nganjuk dengan mengedepankan pertanian berbasis teknologi.

Harapannya, penggunaan teknologi dapat meningkatkan efisiensi, mempercepat produksi, serta meningkatkan kualitas produksi hasil pertanian.

Saat bertemu Mentan, ungkap Mas Novi, pihaknya juga menyampaikan kalau Pemkab Nganjuk akan membangun resi gudang. Hal itu untuk mengakomodasi hasil pertaninan di Nganjuk.

"Tujuannya tak lain untuk menjaga kestabilan harga dan menjaga kualitas dari produksi itu sendiri," ucap Mas Novi.

Sementara untuk pelaksanaan Pertanian 4.0, jelas Mas Novi, sebagai proyek percontohan, Pemkab Nganjuk akan menyiapkan lahan pertanian sluas 500 hektare.

Melalui proyek percontohan itu, diharapkan secara perlahan pola pikir petani wilayah Nganjuk dapat berubah dari tradisional menjadi modern.

Untuk itu, Mas Novi ingin mengajak petani berubah dari pertanian tradisional menjadi pertanian modern.

Apalagi disetiap kesempatan pihaknya selalu mengkampanyekan dan memberi contoh kepada petani, bahwa penerapan pertanian tradisional akan semakin sulit karena buruh tani berkurang dan biayanya juga semakin mahal.

"Sehingga, akhirnya petani mulai berpikir bahwa pertanian modern memungkinkan mereka menggarap lahan lebih luas dengan biaya lebih murah," tandas Mas Novi.

Dan rencana penerapan pertanian 4.0 di Nganjuk sejalan dengan program pemerintah yang saat ini sedang aktif mendorong modernisasi pertanian.

"Hal itu sesuai dengan arahan Bapak Presiden Jokowi, yakni modernisasi pertanian digiatkan melalui penerapan teknologi dalam kegiatan pertanian. Mulai dari tahapan perbenihan, cara tanam, hingga pengolahan hasil," tutur Mas Novi. 

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved