Berita Gresik

Alasan Bupati Sambari Lantik 5 Pejabat Baru Pemkab Gresik Bebarengan Peringatan HUT Ke-74 RI

Lima pejabat Pemkab Gresik dilantik dan menandatangani pakta integritas sebagai pejabat baru saat HUT Ke- 74 RI.

Alasan Bupati Sambari Lantik 5 Pejabat Baru Pemkab Gresik Bebarengan Peringatan HUT Ke-74 RI
foto: istimewa
PANGKAT - Lima pejabat Pemkab Gresik dilantik sebagai pejabat baru saat HUT Ke- 74 RI, Minggu (18/8/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK - Lima pejabat Pemkab Gresik menerima jabatan baru saat Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-74 Republik Indonesia. Mereka yang mulanya duduk di jabatan eselon III dipromosikan Bupati Sambari Halim Radianto setelah mengikuti seleksi.

Lima orang tersebut yaitu Ida Lailatussa’diyah menjadi asisten Perekonomian dan Pembangunan.
Kemudian Nuri Mardiana menjadi Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga.

Sedangkan Malahatul Fardah dilantik menjadi Kepala Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, dan  Syaifuddin Ghozali menjadi kepala Dinas Kesehatan.

Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Pemerintah Kabupaten Gresik dijabat Agustin Halomoan Sinaga.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan bahwa pelantikan ini dilaksanakan tepat pada hari kemerdekaan RI.

“Kami ingin Anda bagian yang diinginkan Presiden dalam motto pada Hari Ulang Tahun kemerdekaan kali ini yaitu SDM (Sumber Daya Manusia) unggul dan Indonesia maju. Anda dilantik sebagai pejabat tertinggi di lingkungan kerja saudara, kami berharap anda dapat memperbaiki kinerja yang ada di instansi anda masing-masing," kata Sambari, Minggu (18/8/2019).

Menurut Sambari, banyak hal yang perlu diperbaiki, misalnya Dinas Periwisata dan kebudayaan, banyak sekali tempat wisata di Gresik, terutama di Pulau Bawean untuk dikembangkan.

"Untuk Dinas kepemudaan dan olahraga, kami berharap anda bisa memperbaiki prestasi olahraga di Gresik. Gaungkan prestasi olahraga baik di tingkat nasional maupun international," katanya.

Sedang pada kepala Dinas Kesehatan, Sambari berpesan untuk meingkatkan layanan kesehatan masyarakat, terutama di tingkat Puskesmas, puskesmas pembantu (Pustu), Ponkesdes.

Sedangkan untuk Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Bupati diminta agar memajukan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) agar membawa kesejahteraan masyarakat Desa.

“Seluruh Dana yang masuk ke Desa agar dapat memberikan nilai kemajuan di desa dan sesuai peruntukannya. Kepada Asisten II yang baru, kami meminta agar APBD bisa lebih dioptimalkan. Tahun 2020 APBD kita mencapai antara Rp 3,4 sampai Rp 3,6 triliun,” imbuhnya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved