Berita Surabaya

Terkait Pengrusakan Bendera Merah Putih, Polisi Temukan Tas Bintang Kejora di Asrama Mahasiswa Papua

Ketua Ikatan Keluarga Besar Papua di Surabaya, Piter Frans Rumaseb mengatakan ini bukan kali pertama keributan terjadi di asrama Mahasiswa Papua

Terkait Pengrusakan Bendera Merah Putih, Polisi Temukan Tas Bintang Kejora di Asrama Mahasiswa Papua
SURYA.co.id/Willy Abraham
Tas berlogo Bintang Kejora di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya, Sabtu (17/8/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah memaksa 43 orang yang berada di dalam Asrama Mahasiswa Papua, petugas melakukan penggeledahan. Dalam penggeledahan itu petugas menemukan tas berlogo bintang kejora selain itu terdapat alat kontrasepsi.

Dalam penggeledahan yang berlangsung sejak pukul 15.00, petugas berhasil masuk setelah mendobrak dua pintu pagar asrama mahasiswa Papua. Bangunan yang terdiri dari dua lantai itu langsung dilakukan penggeledahan.

Petugas yang mengenakan rompi anti peluru langsung menyebar. Mereka memeriksa satu persatu kamar di asrama itu.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, penggeledahan itu, petugas menemukan satu tas berlogo bintang kejora. Tidak hanya itu, busur dan anak panah juga ditemukan. Di kamar atas, petugas mendapati botol minuman keras dan alat kontrasepsi.

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Leonardus Simarmata saat dikonfirmasi terkait sejumlah barang bukti yang disita di dalam asrama. Pihaknya hanya bisa mengatakan bahwa saat ini sedang dalam penyelidikan.

"Kita sementara masih pendalaman dan kita lakukan penyelidikan. Ini kita bekerja keras untuk melakukan penyelidikan. Masih kita identifikasi, sementara masih kita identifikasi," ujar Leo.

Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Besar Papua di Surabaya, Piter Frans Rumaseb mengatakan ini merupakan bukan kali pertama keributan terjadi di asrama Mahasiswa Papua.

Pihaknya, berencana melaporkan kejadian ini kepada Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Papua.

"Untuk memastikan yang ada di Asrama Mahasiswa Papua merupakan mahasiswa yang aktif," ucap Piter.

Piter mengatakan jika banyak penghuni yang ada di dalam Asrama Mahasiswa Papua itu sudah tidak kuliah.

"Kasihan adik-adik yang memang mahasiswa Papua yang memang serius untuk kuliah," tambahnya.

Dua Mahasiswa Papua Dikabarkan Hilang, Begini Keterangan dari Polisi

Kepung Asrama Papua, Pakai 3 Truk Polisi Angkut Mahasiswa Papua ke Polrestabes Surabaya

Begini Tanggapan Ketua Ikatan Keluarga Besar Papua di Surabaya Soal Pengrusakan Bendera Merah Putih

Pria yang sudah 22 tahun tinggal di Surabaya ini mengaku sejak diresmikan pada 2006 oleh Pemprov Papua. Asrama selalu memiliki orang sebagai penanggungjawab asrama. Nah, orang itu biasanya ditunjuk karena sudah senior di dalam asrama.

"Itu cuma bertahan 2 tahun saja, sekarang tidak ada penanggungjawab. Akhirnya banyak orang bebas masuk kesini," pungkasnya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved