Kabar Bahagia Baiq Nuril Saksikan Putrinya Jadi Paskibraka di NTB Setelah Lepas dari Jeratan Hukum

Kabar bahagia kembali dirasakan Baiq Nuril Maknun setelah lepas dari pidana kasus UU ITE yang sempat menjeratnya

Kabar Bahagia Baiq Nuril Saksikan Putrinya Jadi Paskibraka di NTB Setelah Lepas dari Jeratan Hukum
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Setelah mendapat amnesti dan bebas dari hukuman, Baiq Nuril Maqnun bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Pertemuan berlangsung di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (2/9/2019). 

Baiq Nuril kemudian menyimpan rekaman itu dan tidak menyebarkannya

Kemudian, rekan kerja Baiq Nuril, Imam Mudawin meminta rekaman tersebut dan menyebarkannya ke Dinas Pendidikan Kota Mataram dan lainnya.

Hal ini mengakibatkan kepala sekolah itu dimutasi dari jabatannya.

Kepala sekolah tersebut geram dan akhirnya melaporkan Baiq Nuril ke polisi.

Kasus tersebut diproses di Pengadilan Negeri Mataram pada tahun 2017.

Baiq Nuril ditahan pada akhir Maret 2017 lalu menjadi tahanan kota.

Melansir dari Kompas.com, Pengadilan Negeri Mataram kemudian memutuskan Baiq Nuril tidak bersalah.

Semua saksi ahli mengatakan jika tuduhan atas Baiq Nuril mentransfer, mendistribusikan, atau menyebarkan rekaman percakapan asusila tidak terbukti.

"Nuril diputuskan oleh PN Mataram tidak bersalah, tidak menyebarkan rekaman percakapan asusila sang kepala sekolah, Nuril adalah korban," ujar Joko Jumadi, kuasa hukum Baiq Nuril, Senin (12/11/2018), dikutip dari Kompas.com.

"Ia dinyatakan oleh PN Mataram tidak bersalah, tidak menyebarkan rekaman percakapan asusila sang kepala sekolah, Nuril adalah korban," tegas Joko.

Namun, saat itu jaksa malah mengajukan banding ke Mahkamah Agung.

Baiq Nuril didakwa melakukan pelanggaran Pasal 27 Ayat 1 jo Pasal 45 Ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Mahkamah Agung mengabulkan permohonan kasasi Penuntut umum kepada Kejaksaan Negeri mataram

Putusan Pengadilan Negeri Mataram yang sebelumnya menyatakan Baiq Nuril bebas pun dibatalkan.

Dalam putusan kasasi tersebut, Baiq Nuril dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana ITE dan terancam pidana penjara enam bulan kurungan penjara serta denda Rp 500 juta.

Nasib sebaliknya justru menghampiri kepala sekolah Baiq Nuril yang sempat dimutasi itu

Ia justru dipromosikan sebagai Kepala Bidang di jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mataram. 

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved