Breaking News:

Berita Surabaya

Bank BRI Kanwil Surabaya Gelar Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-74 Sambil Serahkan CSR Pada 3 Sekolah

Bank BRI Kanwil Surabaya menggelar upacara HUT Kemerdekaan RI ke-74 dan berikan bantuan CSR ke tiga SLB

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
surya/sri handi lestari
Kepala Kanwil BRI Surabaya, Eko Wahyudi saat menyerahkan CSR kepada tiga SLB di sela kegiatan upacara perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-74 di Surabaya, Sabtu (17/8/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI Kanwil Surabaya menggelar upacara HUT Kemerdekaan RI ke-74, Sabtu (17/8/2019). Seusai upacara yang digelar di halaman BRI Corporate University Surabaya itu, dilanjutkan dengan penyerahan CSR untuk tiga sekolah, yaitu SLB Karya Mulia Surabaya, SLB Negeri Lamongan dan SLB Api Alam Pamekasan.

Kepala Kanwil BRI Surabaya, Eko Wahyudi, mengatakan, bila kegiatan upacara perayaan HUT 17 Agustus ini merupakan kegiatan wajib tahunan.

"Nah dalam upacara HUT Kemerdekaan RI ke-74 kali ini, kami juga berikan CSR kepada tiga SLB. Program CSR kami cukup banyak, tapi kali ini bersamaan dengan momentum perayaan HUT, kami memilih mereka," ungkap Eko.

Untuk nilai CSR yang diserahkan kepada ketiganya, masing-masing Rp 100 juta, sehingga total Rp 300 juta.

Mengutip data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017, jumlah anak berkebutuhan khusus di Indonesia mencapai angka 1,6 juta anak namun baru 18 persen yang sudah mendapatkan layanan pendidikan inklusi.

Sementara untuk jumlah SLB dari tingkat SD sampai dengan SMA di tahun 2017 berjumlah 2.070.

“Fakta dan data tersebut menjadi alasan kuat Bank BRI untuk menyalurkan CSR kepada 57 SLB sehingga mendorong sekolah inklusi di daerah-daerah,” urai Eko.

Bantuan berupa sarana dan prasarana sekolah, seperti perlengkapan belajar mengajar, perbaikan atau renovasi bangunan kelas serta sarana prasarana pendukung lainnya.

Dalam kesempatan itu, di akhir upacara, BRI Kanwil Surabaya jug meluncurkan program Go Green, yaitu dengan melakukan gerakan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, terutama untuk kebutuhan wadah minum.

Pada saat launching, secara simbolis dilakukan dengan membuang kemasan air minum plastik dan diganti tumbler atau botol yang bisa dipakai berulang.

Para peserta upacara yang mencapai lebih dari 500.000 karyawan dan karyawati tersebut juga ikut serta dengan menunjukkan tumbler yang mereka bawa.

"Dengan gerakan Go Green ini, kami berharap bisa berperan serta dalam program pengurangan sampah plastik secara normal maupun global," ungkap Eko.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved