Persebaya Surabaya

Sempat Terlibat Saling Dorong dengan Ratusan Bonek, Azrul Ananda 'Diungsikan' Pakai Mobil Polisi

Kayak kemarin pemecatan Djanur posisi mau melawan Arema, nah ini banyak pertanyaan kenapa ndak lawan Semen Padang

Sempat Terlibat Saling Dorong dengan Ratusan Bonek, Azrul Ananda 'Diungsikan' Pakai Mobil Polisi
tribun jatim/luhur pambudi
Presiden Persebaya Surabaya Azrul Ananda terlibat saling dorong dengan massa Bonek, Kamis (15/8/2019) malam. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Presiden Persebaya Azrul Ananda pergi meninggalkan kerumunan ratusan Bonek di depan Kantor Official Persebaya, Jalan Hayam Wuruk No 1, Sawunggaling, Wonokromo, Surabaya, pukul 00.02 WIB, Jumat (16/8/2019).

Lantaran situasi kerumunan Bonek sempat riuh, Presiden Persebaya itu terpaksa dievakuasi menjauh dari kerumunan menggunakan mobil petugas polisi jenis sedan.

Ratusan Bonek itu terus menagih keputusan Azrul sebagai presiden untuk kembali memperbaiki performa skuad bajol ijo.

Termasuk mendesak Azrul untuk mendepak dua Official Persebaya Surabaya yang dinilai mayoritas Bonek Mania, sebagai biang keladi terpuruknya Persebaya Surabaya di Liga 1.

Mobil sedan dengan nyala lampu sirine berwarna biru berjalan perlahan menuju ke jalan utama Jalan Hayam Wuruk sisi Timur Mall Sutos itu.

Ratusan massa bonek tak henti-hentinya berteriak dan menendang bodi mobil polisi.

Satu di antara koordinator Bonek yang enggan menyebutkan namanya itu menuturkan, pokok perdebatan yang terjadi antara kerumunan massa dan Azrul Ananda dipicu beberapa hal.

Namun Azrul Ananda tak bisa memuturkan itu tanpa mendengar aspirasi pihak Official Tim Persebaya, termasuk para pemain, dan tak terkecuali perwakilan supporter Bonek.

"Kalau Azrul ini tadi bingung karena belum bertemu dengan manajemen dan pemain, tapi anak-anak ingin malam ini ada keputusan," jelasnya.

Berangsur-angsur massa bonek membubarkan diri dari halaman sisi timur Mall Sutos.

Namun, Bonek meninggalkan belasan spanduk yang ditempelkan di bagian depan Kantor Persebaya Surabaya.

"Saya tadi ngomong ke Polsek Wonokromo biar spanduk ini tetap bertahan saja," katanya. (Luhur Pambudi)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved