Berita Nganjuk

Lomba Cipta Menu Makanan Lokal Upaya PKK Kabupaten Nganjuk Pertahankan Juara Provinsi Jatim

Upaya mempertahankan juara lomba cipta menu tingkat Jatim, Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Nganjuk menggelar lomba produk pangan olahan lokal.

Lomba Cipta Menu Makanan Lokal Upaya PKK Kabupaten Nganjuk Pertahankan Juara Provinsi Jatim
Foto: humas pemkab nganjuk
CIPTA MENU - Isteri Bupati Nganjuk, Yuni Rahma Hidhayat mencicipi dan menilai minuman asli Nganjuk dalam lomba cipta menu makanan yang diikuti anggota TP PKK tingkat desa hingga kecamatan di Kabupaten Nganjuk. 

SURYA.co.id | NGANJUK - Sebagai upaya mempertahankan juara lomba cipta menu tingkat Provinsi Jatim, Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Nganjuk menggelar lomba produk pangan olahan lokal.

Hal itu dilakukan untuk dapat mengetahui dan menemukan menu makanan olahan lokal wilayah Kabupaten Nganjuk yang akan dikirim dalam lomba cipta menu ke Provinsi Jatim.

Ketua TP PKK KabupatenNganjuk Yuni Rahma Hidhayat mengatakan, dari ajang lomba cipta menu lokal tersebut, pihaknya bisa mendapatkan menu makanan olahan lokal yang dirasa memiliki potensi bisa menjadi pemenang dalam lomba tingkat Provinsi Jatim. Dimana, menu makanan olahan lokal tersebut tidak sama jenisnya dengan yang pernah diikutkan dalam perlombaan sebelumnya.

"Jadi, ini merupakan ajang kami memilih menu apa yang bakal diikutkan dalam perlombaan cipta menu tingkap provinsi yang bakal digelar dalam waktu dekat," kata Yuni Rahma Hidhayat, isteri BupatiNganjuk Novi Rahman Hidhayat, Rabu (7/8/2019) lalu.

DijelaskanYuni, menu makanan olahan local dari Nganjuk cukup beraneka ragam. Umumnya, menu makanan tersebut diolah dari bahan baku yang ada di daerah masing-masing.

Yakni, apabila di daerah itu banyak dihasilkanikan lele, maka menu makanan yang diolah berbahan baku ikan lele. Ikan lele tersebut diolah dengan berbagai olahan lokal sehingga memiliki cita rasa nikmat.

Demikian juga dengan daerah yang banyak tanaman melinjo, ungkapYuni, menu makanan olahan berbahan baku kulit buah melinjo yang dimasak sedemikian rupa sehingga menghasilkan masakan mengundang rasa nikmat bagi yang memakanya.

"Jadi, kami berupaya mengembangkan potensi makanan local asli Nganjuk dalam cipta menu nantinya. Kami tidak berlebihan dalam menciptakan menu makanan dengan semaksimal mungkin memanfaatkan bahan baku yang ada di daerah sendiri," tandasYuniRahma.

Berstandar B2SA
DiakuiYuni, dalam cipta menu makanan local harus tetap memperhatikan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman). Dengan menu yang telah memenuhi standar makanan kategori B2SA, sekaligus juga bisa untuk menanggulangi kasus stunting (kurang gizi).

Dimana kasus stunting di Nganjuk, imbuh Yuni, masih terjadi dan berupaya untuk dicegah dan dihilangkan melalui pemberian makanan bergizi pada warga yang mengalami stunting.

Dengan demikian, tambahYuni Rahma, di satu sisi cipta menu makanan olahan bisa digunakan untuk menemukan makanan olahan lokal terbaik sekaligus membuat makanan yang memiliki nilai gizi tinggi untuk warga kurang gizi.

"Itulah yang sebenarnya kami harapkan dalam cipta menu makanan local ini, karena kami menilai bahan makanan local justru memiliki nilai gizi lebih tinggi daripada makanan olahan dari pabrik atau luar negeri," tuturYuni. (amru muis/*)

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved