Berita Tulungagung

BNNK Tulungagung Sepakat Tes Urine Selektif untuk Calon Pengantin, Sebelum Anggaran Siap

Tes urine wajib di Tulungagung hanya akan dilakukan kepada calon pengantin yang berisiko sebagai pengguna narkoba.

BNNK Tulungagung Sepakat Tes Urine Selektif untuk Calon Pengantin, Sebelum Anggaran Siap
Surabaya.Tribunnews.com/Ahmad Zaimul Haq
Ilustrasi tes urine. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Pembiayaan tes urine wajib untuk calon pengantin di Tulungagung belum ada solusi. Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung bahkan mengusulkan, tes urine tidak dilakukan kepada semua calon pengantin.

Hal ini untuk menekan pembiayaan tes urine, karena harganya cukup mahal. Tes urine hanya dilakukan kepada calon pengantin yang berisiko sebagai pengguna narkoba.

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tulungagung, Tri Arif Praharanto mengaku setuju dengan usulan itu.

"Untuk tahap awal bisa dilukan selektif untuk menekan biaya. Setelah anggaran sudah siap, bisa dilakukan lebih luas," ucap Tri.

Menurut Tri, jika metode ini disepakati, maka setiap calon pengantin perlu melakukan assesmen di BNNK.

Jika hasil assesmen mengarah sebagai pengguna narkoba, maka akan dilakukan tes urine.

Jika assesmen seseorang tidak menunjukkan gejala pemakai narkoba, maka tidak perlu dilakukan tes urine.

"Dengan demikian tidak semua akan dites. Namun perlu teknis untuk deteksi awal," ujar Tri.

Tes urine diwacanakan akan menjadi dokumen wajib bagi calon pengantin.

Jika dinyatakan positif, pernikahan akan tetap bisa dilangsungkan.

Namun pengantin wajib melakukan rehabilitasi selepas pernikahan.

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved