Berita Tulungagung

Alasan Kadinkes Tulungagung yang Lebih Setuju Calon Pengantin Wajib Tes HIV daripada Tes Narkoba

Rencanan tes urine wajib bagi calon pengantin di Tulungagung belum bisa efktif dilaksanakan.

Alasan Kadinkes Tulungagung yang Lebih Setuju Calon Pengantin Wajib Tes HIV daripada Tes Narkoba
TribunJatim.com/Kukuh Kurniawan
Foto ilustrasi: Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara BNNP Jatim dan Kanwil Kemenag Jatim terkait pelaksanaan tes urine bagi calon pengantin, Jumat (12/7/2019). 

SURYA.CO.ID | TULUNGAGUNG - Rencanan tes urine wajib bagi calon pengantin di Tulungagung belum bisa efktif dilaksanakan.

Hingga saat ini belum ada kesepakatan pihak terkait, mengenai sumber anggaran untuk tes ini.

Kepala Dinas (Dinkes) Tulungagung, M Mastur mengatakan, pihaknya masih sebatas konsultasi dengan pemerintah provinsi.

Menurut Mastur, langkah tes urine itu adalah sebuah langkah yang tidak efesien.

“Pentingnya apa tes urine untuk semua calon pengantin?” ujar Mastur.

Menurutnya, tes urine seharusnya dilakukan secara selektif, bukan pada semua calon pengantin.

Calon pengantin yang punya risiko dan punya riwayat narkoba yang seharusnya wajib tes urine.

Sebab jika semua harus tes urine, justru akan buang-buang anggaran.

“Dari pada tes narkoba, saya lebih cenderung tes HIV,” sambung Mastur.

Mastur juga pesimis, tes urine wajib untuk calon pengantin ini bisa dilaksanakan tahun ini.

Jika pun memungkinkan, kebijakan ini baru bisa dilaksanakan tahun depan.

Itu pun dengan catatan, sudah ada sumber anggaran untuk membiayai.

Tes urine wajib untuk calon pengantin ini memakan biaya yang tidak sedikit.

Satu rapid test mencapai Rp 150.000 per sekali pakai.

Jadi sepasang calon pengantin membutuhkan biaya Rp 300.000.

Rapid test mencakup enam parameter, yaitu Amphetamine, Methamphetamine, THC (ganja), Benzodiazepine, Morphine dan Kokain.

Penulis: David Yohanes
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved