Lapor Cak

Satu Rumah Terdampak Frontage Road Sisi Barat Wonokromo Minta Waktu

Salah satu rumah milik warga yang bertahan di lokasi Jalan Frontage Wonokromo sisi Barat yang kini dikepung aktivitas proyek, Kamis (15/8/2019).

Satu Rumah Terdampak Frontage Road Sisi Barat Wonokromo Minta Waktu
SURYA.co.id/nuraini faiq
Salah satu rumah milik warga yang bertahan di lokasi Jalan Frontage Wonokromo sisi Barat yang kini dikepung aktivitas proyek, Kamis (15/8/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Hingga kini masih ada satu rumah berdiri tegak di areal proyek Jalan Frontage Road Wonokromo sisi Barat. Pemilik rumah ini masih perlu waktu hingga beberapa hari ke depan untuk menuntaskan renovasi rumah.

Diketahui pemilik rumah tersebut adalah warga bernama Heri. "Pak Heri kalau begini kerja. Tapi sama dengan kami melalui rapat di Kelurahan, semua termasuk Pak Heri setuju pembangunan frontage road ini," ucap Bambang, tetangga Heri, Kamis (15/8/2019).

Surya.co.id belum berhasil menemui pemilik rumah yang bertahan tersebut. Hingga Kamis siang, rumah dengan rolling door itu dalam keadaan terkunci, meski di dalam rumah ini ada aktivitas perbaikan rumah.

Ada tiga pekerja yang ada di dalam rumah tersebut. Namun pintu rolling door itu tetap dalam keadaan terkunci. Terlihat beberapa material bangunan mulai dari pasir, bata, semen, hingga besi digeletakkan di rumah ukuran sekitar 5 x 8 meter tersebut.

Pintu harmonika itu hanya sedikit dibuka. Rumah ini sudah tak ada lagi perabotan dan perkakas rumah. Persis di balik pintu rolling door itu kini dipenuhi material bangunan.

"Saya bukan pemilik rumah. Tak berani saya ngomong," kata pekerja saat ditemui, Kamis (15/8/2019).

Tetangga menyebut pemilik rumah yang bertahan itu adalah rumah pengacara. Belum diperoleh keterangan langsung dari pemilik rumah. Rumah ini persis jadi dengan rumah kos. Rumah kos dua lantai itu menyatu dengan rumah rolling door tersebut.

 "Pak Heri sudah setuju dan yang saya ketahui sudah sepakat harga yang ditetapkan. Saya kurang tahu persis ganti ruginya berapa. Kalau warga yang lain  sudah setuju dan sudah dibayarkan," kata Bambang.

Setiap warga di Wonokromo Barat itu berhak atas ganti rugi tanah dan bangunan mereka. Nilainya sesuai nilai jual objek pajak (NJOP) di kelas jalan tersebut. Ada yang menyebut per meter tanah di situ di kisaran Rp 10 juta - Rp 15 juta per meter. 

Namun berkembang informasi ada yang meminta hingga Rp 25 juta per meter termasuk nilai bangunan.

Bambang mengakui awal mula pembebasan pada 2018 lalu terjadi hitung-hitungan. Kerapkali rapat bersama Pemkot dan Kelurahan untuk menentukan harga ganti rugi ini.

Jalan sepanjang sekitar 300 meter sisi Barat Wonokromo akan dijadikan Jalan Frontage nyambung dengan RSI Wonokromo yang sudah lebih dulu jadi dan dioperasikan. Jalan lebar itu akan langsung tembus Joyoboyo. Targetnya akhir tahun ini sisa frontage Wonokromo ini dioperasikan.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved