Opini

Refleksi 74 Tahun Indonesia Merdeka dalam Memberantas Narkotika

Perjalanan sejarah Indonesia dalam berundang undang narkotika mengalami ketidaksingkronan antara ketentuan perundangan dan implementasinya.

Refleksi 74 Tahun Indonesia Merdeka dalam Memberantas Narkotika
Surya/m taufik
Eks Kepala BNN Komjen Pol Anang Iskandar saat bertemu dengan ratusan mantan pecandu narkoba di halaman kantor BNN Provinsi Jawa Timur, Rabu (26/3/2014). 

Oleh : Komjen (Purn) Anang Iskandar

Mantan Kepala Bareskrim Polri

Mantan Kepala BNN

SURYA.co.id - Perjalanan sejarah Indonesia dalam berundang undang narkotika mengalami ketidaksingkronan antara ketentuan perundangan dan implementasinya.

Titik krusialnya mengenai upaya paksa dan penjatuhan hukuman terhadap perkara penyalahguna narkotika.

74 tahun yang lalu, pada awal kemerdekaan, dalam menangani narkotika Indonesia menggunakan ordonansi obat bius warisan belanda (stbl 1927 no 278 jo no 536).

Ordonansi ini tidak melarang penggunaan narkotika, sehingga tidak ada peredaran gelap narkotika.

Namun kondisi kesehatan masarakat waktu itu sangat memprihatinkan karena banyak masarakat yang menjadi pengguna narkotika akibat dilegalkannya penggunaan narkotika, peredaran narkotika secara legal dikendalikan oleh pemerintah.

Pada tahun 1949 pemerintah membuat Ordonansi Obat Berbahaya (Dangerous Drugs Ordinance state Gaette no 419, 1949).

Ordonansi ini juga tidak melarang penggunaan narkotika, hanya mengatur penggunaannya.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved