Polres Lumajang Ungkap Peredaran Sabu-Sabu seberat 77,7 Gram

Polisi Lumajang membongkar peredaran sabu-sabu bervolume terbesar dalam sejarah pengungkapan narkoba di Kabupaten Lumajang, 77,7 Gram

Polres Lumajang Ungkap Peredaran Sabu-Sabu seberat 77,7 Gram
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Arsal tunjukkan BB sabu 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Polisi Lumajang membongkar peredaran sabu-sabu bervolume terbesar dalam sejarah pengungkapan narkoba di Kabupaten Lumajang. Barang bukti sabu-sabu yang disita dalam pengungkapan kali ini seberat 77,7 gram.

Sabu-sabu itu disita dari tangan Ali Wafa (26) warga Dusun Nongkesan, Desa Tamberu Jaya, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang.

Ali Wafa ditangkap oleh Tim Cobra Narkoba Polres Lumajang pada Rabu (1/8/2019) sore di sebuah rumah di Kelurahan Rogotrunan Kecamatan/Kabupaten Lumajang. Dari tangan Ali Wafa ditemukan 1 pocket plastik berisi sabu-sabu seberat 77,7 Gram.

Kapolres Lumajang, AKBP M Arsal Sahban menuturkan, kemungkinan besar Ali Wafa merupakan jaringan peredaran narkoba Sokobanah - Sampang. Jaringan ini sebelumnya diungkap oleh Polda Jatim. Barang bukti dari jaringan itu 50 Kg Sabu atau senilai Rp 74 milliar.

“Tangkapan kami kali ini adalah tangkapan terbesar dalam sejarah ungkapan Polres Lumajang. Barang bukti Sabu seberat 77,7 Gram. Kami duga, sindikat ini merupakan jaringan sokobanah yang baru saja diungkap oleh Polda Jatim, yang jumlah barang buktinya fantastis. Untuk itu kami akan segera berkoordinasi dengan Polda Jatim, BNNP Jatim dan BNNK Lumajang untuk mengungkap jaringan besar di balik ini,” ungkap Arsal, Kamis (15/8/2019).

Sementara, Kasat Reskoba Polres Lumajang AKP Ernowo mengatakan akan mengembangkan kasus ini. "Sesuai perintah kapolres untuk terus kembangkan kasusnya, maka akan kami kejar siapa pengedar di atasnya dan juga siapa pembeli dari Ali. Tidak ada kompromi bagi narkoba. Akan saya ungkap semua jaringan narkoba di Lumajang,” ujar Ernowo.

Polisi menjerat Ali memakai Pasal 114 subsider Pasal 112 Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved