Kronologi Mayat Bocah 10 Tahun Ditemukan Tinggal Separo Setelah Diterkam Buaya, Lokasinya Rawan

Mayat seorang bocah 10 tahun ditemukan tinggal separo setelah sebelumnya diterkam oleh seekor buaya muara. Ini kronologinya

Kronologi Mayat Bocah 10 Tahun Ditemukan Tinggal Separo Setelah Diterkam Buaya, Lokasinya Rawan
Kolase Crocodylus porosus dan Tribun Pekanbaru
Ilustrasi: Mayat Bocah 10 Tahun Ditemukan Tinggal Separo Setelah Diterkam Buaya 

SURYA.co.id - Mayat seorang bocah 10 tahun ditemukan tinggal separo setelah sebelumnya diterkam oleh seekor buaya muara

Dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Bocah Usia 10 Tahun Ditemukan Tewas Usai Disambar Buaya Saat Naik Perahu di Filipina', kronologinya berawal saat bocah itu sedang naik perahu bersama dua kakaknya

Namun, tiba-tiba bocah itu disambar oleh seekor buaya muara dan membawanya ke dasar sungai

Insiden itu dilaporkan terjadi pada Senin (12/8/2019) malam di perairan di dekat kota Balabac, di Filipina selatan, yang telah dikenal kerap terjadi gangguan dari reptil buas itu karena habitat alaminya yang semakin sempit.

Ilustrasi Buaya
Ilustrasi Buaya (Kompas.com)

Disampaikan pihak berwenang pada Rabu (14/8/2019), sang ayah sempat berupaya mencari keberadaan putranya sepanjang malam.

Tapi seorang nelayan kemudian menemukan jasad bocah itu sudah dalam kondisi mengenaskan di rawa bakau, dengan separo badannya telah hilang dimakan buaya.

Tidak diungkapkan identitas dari korban maupun orangtua bocah itu.

Insiden yang melibatkan buaya muara dengan manusia di wilayah Balabac memang kerap terjadi.

Perkembangan kota dan populasi yang terus meningkat di Filipina, membuat habitat alami buaya muara semakin menyempit dan memaksa reptil buas itu menuju rawa-rawa kecil yang dekat dengan permukiman penduduk.

"Sejak 2015, kami tidak pernah mendapati satu tahun tanpa serangan buaya muara di Balabac," kata Jovic Pabello, juru bicara dewan pemerintah yang bertugas melestarikan lingkungan kepulauan Palawan, yang mencakup Balabac.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved