Berita Mojokerto

Alat Pemecah Biji Kopi Dinas Pertanian Mojokerto ke Kelompok Tani Dianggap Belum Maksimal karena Ini

Ketua penyuluhan pertanian lapangan (PPL) desa Sumengko, Siti Fatimah, mengatakan akan memberikan pendampingan secara intensif terhadap kelompok tani

Alat Pemecah Biji Kopi Dinas Pertanian Mojokerto ke Kelompok Tani Dianggap Belum Maksimal karena Ini
SURYA.co.id/Febrianto Ramadani
Ketua PPL Siti Fatimah menunjukkan biji kopi yang telah dipanen di Bukit Watu Jengger, Rabu (14/8/2019) 

SURYA.co.id | Mojokerto - Ketua penyuluhan pertanian lapangan (PPL) desa Sumengko, Siti Fatimah, mengatakan akan memberikan pendampingan secara intensif terhadap kelompok tani kopi di desa Tawangrejo, kecamatan Jatirejo, kabupaten Mojokerto dengan tujuan hasil olahan kopi dari petani tersebut bisa dikenal oleh masyarakat.

"Dari Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, sudah mendapatkan satu alat pemecah biji kopi beserta pesangrai kopi. Akan tetapi alat itu belum maksimal karena masih membutuhkan proses tambahan," kata Siti Fatimah, Rabu (14/8/2019).

Siti Fatimah juga menjelaskan, anggota gabungan kelompok tani tersebut berharap, bisa mendapatkan alat pemecah biji kopi yang efektif dan efisien, tanpa memakan waktu yang lama dalam mengolah kopi.

"Bila tanaman kopi terserang hama dan penyakit. Petani kopi bisa melapor kepada petugas PPL.Nantinya petugas akan membuat surat permohonan bantuan Insektisida dan dari dinas akan turun ke lapangan," imbuh Siti Fatimah.

Jika dibandingkan dengan panen kopi tahun lalu,lanjut Siti Fatimah, kualitas panen kopi pada tahun ini mengalami perubahan ukuran yang cukup besar dengan kondisi buah kopi yang kering

Sebelumnya, Sebanyak 80 anggota gabungan kelompok tani Tirtomakmur dan Nawangan di desa Tawangrejo, Kecamatan Jatirejo, kabupaten Mojokerto, melaksanakan panen raya kopi di dataran tinggi Watu Jengger Rabu siang (14/8/2019).

Kegiatan panen raya kopi tersebut dilaksanakan di lahan kopi dengan luas 40 Hektar. Dalam kegiatan ini, kelompok tani tersebut didampingi oleh ketua Penyuluhan Pertanian Lapangan (PPL) kecamatan Jatirejo, Siti Fatimah

Gabungan anggota kelompok tani tersebut telah memanen buah kopi jenis Bistak (Robusta) dan Asisa (Ekselsa) dengan total berat mencapai 5 kwintal. Jenis buah kopi tersebut ditanam di wilayah ketinggian 700 mdpl, tepatnya di kaki gunung Anjasmoro.

Ketua kelompok tani Tirtomakmur, Pak Jani, mengatakan, jumlah panen tahun ini mengalami peningkatan cukup drastis jika dibandingkan dengan tahun lalu.

"Tahun lalu panen kami mencapai total berat mencapai 3 kwintal. Jadi tidak sesuai dengan biaya operasional," kata Pak Jani Rabu (14/8/2019).

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved