Perintah Tegas Menhan atas Gugurnya Brigadir Anumerta Heidar di Tangan KKB Papua: 'Serang . . . . '

Menteri Pertahanan ( Menhan) Ryamizard Ryacudu secara tegas memerintahkan kepada aparat membalas serangan KKB Papua yang menewaskan Briptu Heidar.

Editor: Iksan Fauzi
Kolase YouTube dan Dok Istimewa
Perintah Tegas Menhan atas Gugurnya Brigadir Anumerta Heidar di Tangan KKB Papua: 'Serang . . . . ' 

Ponsel milik Brigpol Anumerta Heidar masih aktif walaupun Heidar sendiri gugur dibunuh KKB di Puncak, Papua.

Masih aktifnya ponsel milik Heidar ini diungkapkan ibunya, Nurhaeda, saat jenazah anak sulungnya tersebut tiba di rumah duka di Kecamatan Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"HP anak saya masih aktif. Hanya saja saat dihubungi tersambung namun tak terjawab," kata Nurhaeda sambil menyeka air matanya, Selasa (13/8/2019).

Menurut Nurhaeda, saat terjadi insiden penyekapan anaknya, ponsel milik anaknya tak ditemukan.

Nurhaeda sempat bertanya-tanya mengapa anaknya tewas, sementara rekannya yang bernama Alfonso berhasil lolos dari kepungan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Yang menjadi pertanyaan, anak saya tewas, kenapa rekannya berhasil selamat? Polri jangan hanya mencari pelaku pembunuhan, namun rekan anak saya juga harus diperiksa," ungkap Nurhaeda.

Nurhaeda mengatakan anaknya banyak tahu tentang KKB di Papua, sehingga heran dengan penyekapannya.

Dia mengaku pernah mendengar cerita anaknya tersebut bersama paman-pamannya di Papua.

"Anak saya banyak tahu tentang KKB, hal itu pernah diceritakan sebagian kepada saya. Namun yang banyak tahu dari cerita Hedar tentang KKB di Papua, adalah paman-paman Hedar," katanya.

Kepada media, Nurhaeda ingin agar pihak berwajib juga memeriksa histori percakapan di ponsel Brigpol Anumerta Hedar untuk mendapatkan kejelasan penyebab penyekapan hingga kematiannya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menhan soal Brigadir Anumerta Hedar Gugur Ditembak KKB: Harus Diserang, Jangan Dibiarkan" dan artikel berjudul "Kata Ibu Brigpol Anumerta Hedar: HP Anak Saya Masih Aktif, Ditelpon Tersambung...".

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved