Manjakan Jemaah Umroh, Terminal 1 Bandara Juanda Diperluas

Area terminal 1 Bandara Juanda di Sidoarjo akan diperluas untuk semakin memanjakan para jemaah umroh.

Manjakan Jemaah Umroh, Terminal 1 Bandara Juanda Diperluas
tribun jatim/kukuh kurniawan
Proyek perluasan Terminal 1 Bandara Internasional Juanda yang sedang berlangsung, Rabu (14/8/2019). Diharapkan perluasan ini tuntas pada 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

SURYA.co.id | SIDOARJO - Bandara Internasional Juanda memperluas area Terminal 1 (T1).

Nantinya proyek perluasan yang berada di sebelah timur terminal eksisting tersebut akan difungsikan sebagai terminal pemberangkatan umroh.

Sehingga, diharapkan penumpang umroh tidak tercampur dan bersamaan dengan penumpang domestik.

General Manager Bandara Internasional Juanda, Heru Prasetyo mengatakan pekerjaan perluasan sudah mulai dilakukan sejak Juli 2019. Dan proyek sendiri dilakukan oleh pemenang lelang yaitu PT. Waskita Karya.

"Terminal yang tadinya seluas 62.700 meter persegi dengan kapasitas 6 juta penumpang per tahun akan diperluas menjadi 91.700 meter persegi dengan kapasitas 13,6 juta penumpang per tahun. Dan investasi yang kita siapkan untuk perluasan tersebut sebesar Rp. 685 miliar," ujarnya, Rabu (14/8/2019).

Ia mengatakan, terminal pemberangkatan umroh harus segera diperluas karena jemaah umroh di Bandara Juanda sangat banyak. Dari data tahun 2018,  sebanyak 13 persen dari total penumpang di Bandara Juanda adalah jemaah umroh.

"Selain perluasan terminal, kami juga akan melakukan perluasan lahan parkir untuk memenuhi kebutuhan pengguna jasa bandara. Area parkir on ground kita tambah seluas 27 ribu meter persegi sehingga dapat menampung 730 kendaraan roda empat," terangnya.

Dirinya juga menjelaskan selain diperluas, interior T1 Bandara Juanda akan dipercantik. Dimana akan tampil lebih modern yang dipadukan dengan ornamen tradisional pakem arsitektur Jawa.

"Proyek perluasan tahap I ini ditargetkan akan selesai sebelum lebaran 2020. Nantinya proyek tersebut akan kembali diperluas di tahap II menjadi 137.200 meter persegi sehingga dapat melayani 15,2 juta penumpang per tahun," tambahnya.

Selain itu, Heru juga menambahkan hasil dari perluasan tersebut selain terminal pemberangkatan umrah, nantinya di T1 Bandara Juanda sudah tidak ada lagi pintu keberangkatan 1A dan 1B.

"Sudah tidak akan ada lagi 1A dan 1B. Namanya hanya tinggal pintu keberangkatan dan kedatangan saja. Untuk sebelah timur yaitu bagian pintu keberangkatan dan sebelah barat pintu kedatangan," paparnya.

Oleh karenanya ia menegaskan kembali meskipun ada pekerjaan perluasan terminal, operasional bandara tetap berjalan normal. Karena pihaknya telah membuat rencana alur penumpang yang disesuaikan dengan tahapan renovasi terminal.

"Selama pekerjaan berlangsung, kita sampaikan permohonan maaf jika timbul ketidaknyamanan bagi pengguna jasa bandara. Namun kita telah antisipasi dengan pengalihan jalur baik penumpang keberangkatan dan kedatangan," tandasnya.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved