Berita Surabaya

Kabar Terbaru Tanggul Lumpur di Surabaya yang Jebol, Polisi Kejar Penanggung Jawab Proyek yang Kabur

Polisi bergerak cepat menangani kasus tanggul lumpur yang menelan korban jiwa di Jalan Sukomanunggal 168, Minggu (11/8/2019) lalu.

Kabar Terbaru Tanggul Lumpur di Surabaya yang Jebol, Polisi Kejar Penanggung Jawab Proyek yang Kabur
Tribunjatim.com/Luhur Pambudi
Tim Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya memeriksa bangunan tanggul lumpur PT Sinar Suri utnuk mencari penyebab ambruknya tanggul tersebut, Senin (12/8/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Polisi bergerak cepat menangani kasus tanggul lumpur yang menelan korban jiwa di Jalan Sukomanunggal 168, Minggu (11/8/2019) lalu. Total delapan orang diperiksa sebagai saksi. Satu orang melarikan diri.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran mengatakan sudah melakukan pemeriksaan terhadap delapan saksi terdiri dari pemilik, karyawan, dan penanggung jawab pelaksanaan bangunan. Satu orang melarikan diri.

"Satu orang melarikan diri yaitu penanggung jawab proyek. Masih kita kejar yang penanggung jawab untuk proyeknya," ujarnya kepada awak media di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (13/8/2019).

Petugas kepolisian melalui unit IV Tipiter Sat Reskrim juga mendalami apakah tempat penampung lumpur yang dibangun itu sudah sesuai standart atau tidak. Begitu juga dengan pengeboran tanah sedalam 30 meter itu apakah terdapat unsur kelalaian atau tidak.

Pihaknya saat ini sedang menunggu hasil laboratorium forensik (labfor). Beberapa barang bukti seperti alat pengebor tiang pancang, batu dan sampling tanggul jebol diamankan.

Jika unsur pemeriksaan membuktikan adanya kesengajaan pembuatan bak tampung yang tak sesuai standart. Maka Korps Bhayangkara akan melakukan pemanggilan untuk tidak lanjut kasus tersebut.

Polisi juga mengantongi identitas saksi yang melarikan diri itu. "IS asal luar Jawa Timur," tegasnya.

Selain itu, lumpur yang berada di tempat penampungan itu sedang dilakukan pembersihan. Mengingat sebentar lagi memasuki musim penghujan. Dikhawatirkan lumpur meluber.

"Proyek saat ini dihentikan dan sudah dipasangi garis polisi," imbuhnya.

Sekadar informasi, pengeboran dengan kedalaman 30 meter untuk pemancangan pembangunan gedung PT Sinar Suri (SS) itu memakan korban jiwa. Lumpur hasil pengeboran itu ditampung di dalam tempat penampungan yang berada di samping kiri.

Fondasi penampungan yang memiliki tiga meter itu tidak kuat menahan lumpur. Akibatnya, tanggul jebol dan menimpa seorang karyawan PT Ardiles, Imam Syafi'i (35) yang sedang istirahat.

Saat kejadian, korban sedang cuci tangan dan langsung tertimpa tembok, kemudian terendam lumpur setinggi 1,5 meter. Keesokan harinya, jasad warga Bangkalan, Madura itu ditemukan tidak jauh dari tempat cuci tangannya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved