Berita Lamongan

Emak -Emak Wali Murid PAUD dan TK di Lamongan Ini Miliki Kegiatan Unik saat Tunggu Anak di Sekolah

Emak -Emak Wali Murid PAUD dan TK di Lamongan Miliki Kegiatan Unik Tunggu Anak di Sekolah

Emak -Emak Wali Murid PAUD dan TK di Lamongan Ini Miliki Kegiatan Unik saat Tunggu Anak di Sekolah
SURYA.co.id/Hanif Manshuri
Emak -Emak Wali Murid PAUD dan TK di Lamongan Miliki Kegiatan Unik Tunggu Anak di Sekolah 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Puluhan ibu - ibu wali murid pendidikan anak usia dini (Paud) dan taman kanak - kanak di Desa Ardirejo Kecamatan Sambeng Lamongan Jawa Timur memiliki kegiatan unik saat menunggui anak - anaknya belajar di lambaga PAUD dan TK.

Waktu senggang sejak anak mereka masuk ruang kelas hingga jam pulang sekolah dimanfaatkan para wali murid untuk berkarya menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi.

Bahkan, para kaum hawa ini juga memanfaatkan bahan baku dari lingkungan rumah mereka yang semakin luas dikembang biakkan. Bahan baku itu adalah daun pandan yang direkayasa sedemikian rupa hingga menjadi beragam kerajinan.

Selain sebagai pengisi waktu luang saat menunggu anak belajar di ruang kelas, membuat kerajinan ini juga bisa menambah penghasilan bagi keluarga.

"Selain untuk menunggu anak-anak mereka belajar, ibu-ibu juga bisa menambah penghasilan bagi keluarga," kata Kepala Sekolah kepala sekolah PAUD dan TK Fastabikhul Khoirat, Sri Utami yang menggagas kegiatan positif para ibu ini, Rabu (14/8/2019).

Menurut Sri, daun pandan banyak ditemukan di desa mereka dan selama ini hanya dimanfaatkan warga untuk dijadikan anyaman tikar yang harganya relatif murah dan tidak sebanding dengan proses pembuatannya yang memakan waktu lama. "Daripada hanya menunggui anak-anak mereka tanpa kegiatan, lebih baiknya kalau diisi dengan kegiatan yang membawa manfaat," kata Sri.

Desa ini merupakan penghasil daun pandan terbesar yang ada di Lamongan dan tidak akan terputus bahan bakunya kapan saja dibutuhkan.

Dengan membuat kerajinan handicraft ini, tanaman daun pandan milik warga desa bisa lebih bisa dimanfaatkan, selain harganya yang terdongkrak tinggi dibanding ketika hanya dibuat tikar .

Kebanyakan ibu-ibu ini membuang waktu percuma saat menunggu anak mereka sekolah, tidak ada kegiatan yang dapat mereka lakukan.

Selang waktu yang cukup panjang itu muncul ide, ada karya atau produk yang bisa dihasilkan dan memiliki nilai jual

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved