Berita Kediri

Destinasi Wisata Baru di Kediri, Crop Circle Dewi Cemara Masih Diminati Pengunjung

Crop Circle Dewi Cemara Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, diharapkan masih menjadi destinasi wisata yang menarik para wisatawan.

Destinasi Wisata Baru di Kediri, Crop Circle Dewi Cemara Masih Diminati Pengunjung
SURYA.co.id/Didik Mashudi
Sepekan setelah diresmikan Crop Circle dan taman bunga Dewi Cemara Desa Wisata Kedung Malang masih diminati pengunjung dari luar daerah. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Crop Circle Dewi Cemara Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, diharapkan masih menjadi destinasi wisata yang menarik para wisatawan. Untuk mewujudkan, pemerintah desa harus berkomitmen dengan membentuk tim yang solid.

Meski tidak sampai membeludak seperti saat peresmian, pengunjung Crop Circle Dewi Cemara juga masih lumayan banyak.

Kepala UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim, Satoto Berbudi optimistis Crop Circle Dewi Cemara Kedung Malang yang telah diresmikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa masih diminati pengunjung. Apalagi di lokasi sudah ada sarana parkir dan fasilitas pendukungnya.

"Sekarang tinggal mengemas dengan baik, saya pantau setelah pembukaan pengunjung masih banyak hadir. Jadi tinggal konsistensi desa karena sudah banyak orang yang membantu memviralkan lokasinya," jelasnya kepada Surya.co.id, Rabu (14/8/2019).

Setelah peresmian, Dewi Cemara juga telah diserahkan kepada pihak desa. Saat ini umur tanaman juga sudah posisi optimal.

"Segala perawatan menjadi tanggung jawab desa. Kami sudah training agar desa bisa meneruskannya dengan baik," ungkapnya.

Lahan Dewi Cemara yang dimanfaatkan menggunakan tanah kas desa seluas 2,1 hektar, sekitar 0,7 hektar di antaranya taman bunga dan hortikultura bisa dilanjutkan.

Sedangkan untuk tanaman padi dan jagung sebentar lagi juga sudah mulai panen.

"Karena tanaman butuh perawatan dan kesinambungan, jenis tanamannya umurnya juga musiman," ungkapnya.

Satoto menjelaskan Crop Circle hanya sebagai pengungkit dan stimulannya. Sedangkan tindaklanjutnya tergantung pihak desa melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Sementara anggota DPRD Jatim, Subiyanto memberikan apresiasi pembuatan taman Crop Circle di Desa Kedung Malang.

Namun yang lebih penting di hilir atau pascanya sehingga keberadaannya hasilnya dapat dinikmati petani. Salah satunya adanya budidaya tanaman anggrek.

Karena kontribusi pertanian di Jatim saat ini ada di posisi ketiga setelah industri pengolahan, perdagangan baru pertanian.

"Diharapkan pertanian dapat menopang daripada industri pengolahan yang berbasis di pertanian," ungkapnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved