Surabaya Great Expo 2019

Surabaya Great Expo (SGE) 2019- Bordir dan Bunga Kering Klobot bakal jadi Pusat Perhatian 

Apa yang membedakan Surabaya Great Expo (SGE) 2019 kali ini dengan tahun-tahun sebelumnya.

Surabaya Great Expo (SGE) 2019- Bordir dan Bunga Kering Klobot bakal jadi Pusat Perhatian 
surya.co.id/nuraini faiq
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Surabaya Nanis Chaerani (kiri) menunjukkan karya bordir berbahan bunga kering dari klobot, Selasa (13/8/2019). Karya kreatif ini akan dipamerkan dalam Surabaya Great Expo (SGE) di Grand City Surabaya pada 14-18 Agustus 2019 .   

SURYA.co.di | SURABAYA - Apa yang membedakan Surabaya Great Expo (SGE) 2019 kali ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Pestanya para pelaku ekonomi kerakyatan untuk unjuk produk itu akan memberi ruang spesial kepada pelaku bordir dan perajin kembang kering klobot. 

Perpaduan dan kolaborasi kembang kering dalam kerajinan bordir akan menyatu dalam produk kain. "Khusus SGE tahun ini kami berikan ruang khusus kepada perajin bordir dan seni merangkai kembang kering klobot untuk tampil di depan. Mereka akan menjadi etalase SGE," kata Ketua Dekranasda Surabaya Nanis Chaerani.

Para pelaku bordir dan kembang kering di Surabaya ini berhak atas tempat istimewa. Mereka perlu mendapat apresiasi pasar yang laik.  

Nanis menjelaskan, bahwa selama ini kerajinan bunga kering dan bordir dinilai kurang familiar di masyarakat, dibandingkan batik. Maka dari itu, melalui event tersebut pihaknya berharap, kerajinan bunga kering dan bordir di Surabaya bisa lebih berkembang dan lebih diminati masyarakat. 

“Kami ingin mereka para pengrajin bunga kering dan bordir tampil ke depan, sehingga nantinya generasi-generasi muda ikut termotivasi untuk mengembangkan kerajinan bernilai tinggi ini,” kata Nanis.

Dekranasda adalah lembaga yang baru kali pertama ikut dalam gelaran SGE. Direktur Utama PT Debindo Mitra Tama, Dadang M Kushendarman menjelaskan bahwa lembaga ini akan bersinergi dengan Dinas Perdagangan, BUMN, dan Pihak swasta dalam memeriahkan pameran ini. 

Dadang menyebut bahwa even yang berlangsung selama lima hari itu bakal diisi dengan 55 rangkaian acara. "Tahun ini lebih variatif  dan semarak karena  akan ada 200 stan. Semoga pelaku ekonomi kerakyatan makin terdorong," kata  Dadang, penyelenggara pameran.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved