Ribuan Pelajar Banyuwangi Meriahkan Karnaval Kebangsaan

Sebanyak 3000 pelajar SMP dan SMA mengikuti karnaval kebangsaan yang diadakan Selasa pagi (13/8/2019) di Banyuwangi.

Ribuan Pelajar Banyuwangi Meriahkan Karnaval Kebangsaan
surabaya.tribunnews.com/haorrahman
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas berfoto bersama para peserta Karnaval Kebangsaan. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Sebanyak 3000 pelajar SMP dan SMA mengikuti karnaval kebangsaan yang diadakan Selasa pagi (13/8/2019) di Banyuwangi.  

Mereka menampilkan keberagaman Indonesia dalam kostum, seni tari, dan teatrikal dalam sebuah parade karnaval.

Ada mempresentasikan suku Jawa, Osing, Madura, Bali, Minangkabau, Betawi, Badui, Tionghoa dan masih banyak lagi. 

Ada pula budaya yang khas Islami, dan berbagai kostum keprofesian seperti nelayan, praktisi kesehatan, petani modern dan juga kostum masa perjuangan juga ditampilkan. Menambah semarak acara. pejuang.

Misalnya, SMK PGRI II Giri yang menampilkan jaranan buto dikolaborasikan dengan budaya Sulawesi. Kolaborasi keduanya mengundang kagum penonton. 

Jaranan buto yang khas Banyuwangi tampil sangat atraktif sambil berguling-guling di jalan, diiringi sejumlah siswa yang mengenakan pakaian adat khas Sulawesi. Seperti baju bodo, tutu, pokko, pakaian pengantin khas Sulawesi serta miniatur rumah adat Tongkonan. Penonton bersorak melihat keunikan atraksi ini.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang hadir dalam acara tersebut menyatakan kebanggaannya. 

"Tidak semua festival untuk wisatawan, salah satunya karnaval ini yang memang kami peruntukkan bagi rakyat. Ini adalah cara Banyuwangi untuk menyuburkan nasionalisme serta toleransi bisa tumbuh dan berkembang di tengah sikap intoleransi yang semakin banyak muncul," kata Anas.

Khofifah : 20 Persen Pemuda Indonesia Ingin Mengganti Pancasila Dengan Ideologi Lain

"Di sini, saya lihat semua siswa peserta melebur jadi satu tanpa ada sekat  latar belakang, agama dan budaya. Ini jadi salah satu cara untuk meredam terorisme dan radikalisme. Sehingga dengan demikian pendidikan toleransi tidak hanya jadi pidato di kelas-kelas," tandasnya.

Anas juga memandang ini sebagai cara masyarakat untuk belajar tentang sejarah. "Mereka ini kalau belajar tentang sejarah di sekolah, tentu waktunya terbatas. Dengan memakai kostum ini mereka jadi belajar tentang sejarah kostum yang mereka kenakan, belajar tentang seni budayanya," tambah Anas.

Event ini berlangsung dari pagi hingga siang hari.  Para siswa terlihat antusias memainkan perannya sebagai bagian dari warga Indonesia. Seperti yang ditampilkan puluhan siswa SMAN 1 Giri yang mengangkat tema suku Dayak. Mereka tampil all out, tidak hanya di kostum namun juga berbagai tarian yang ditampilkan. 

"Karnaval ini memang acara yang kami tunggu. Karena kami ditantang menampilkan atraksi yang menarik, jadi kami bisa konsep bareng sama guru dan teman-teman tentang baju dan tari suku mana yang akan kami tampilkan," ujar Dava Khanza, salah satu peserta asal Banyuwangi. 

Dalam kesempatan itu, Bupati Anas ikut menyemangati peserta dengan turun langsung menyapa para peserta karnaval.

"Jaga kebhinnekaan bangsa ini dengan ikatan persatuan yang kuat," peaan Anas kepada siswa-siswa. 

Penulis: Haorrahman
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved