Berita Mojokerto

Panen Raya Padi Desa Sumengko Kabupaten Mojokerto Naik 2 Ton, Cuaca dan Penyuluhan Jadi Faktor Utama

Kelompok Tani Manunggal 1 di Desa Sumengko, Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, melaksanakan panen raya padi

Panen Raya Padi Desa Sumengko Kabupaten Mojokerto Naik 2 Ton, Cuaca dan Penyuluhan Jadi Faktor Utama
TribunJatim.com/Febrianto Ramadani
Suasana panen raya padi yang dilakukan oleh Kelompok Tani Manunggal 1 Desa Sumengko, Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Selasa (13/8/2019) 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Sebanyak puluhan anggota Kelompok Tani Manunggal 1 di Dusun Sumengko, Desa Sumengko, Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, melaksanakan panen raya padi secara manual pada Selasa siang (13/8/2019). Kelompok tersebut berhasil melaksanakan panen padi di total luas lahan 50 hektare.

Panen raya padi itu didampingi oleh petugas penyuluhan pertanian lapangan (PPL) desa Sumengko Siti Fatimah dan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Jatirejo Joko Purnomo. Dari total luas lahan 50 hektare, Kelompok Tani Manunggal 1 telah memanen padi sebanyak 12 Ton.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang telah memanen padi sebanyak 10 ton. Kepada Surya, Siti Fatimah, menjelaskan jenis bibit padi yang ditanam oleh kelompok tani tersebut adalah Varietas Inpari 32.

"Kelebihan bibit padi Varietas Inpari 32 adalah tahan dari berbagai penyakit tanaman, beras yang dihasilkan bersifat pulen, serta produktivitas tanamannya tinggi," kata Siti.

Menurutnya, keberhasilan Kelompok Tani Manunggal 1 dalam meningkatkan jumlah hasil panennya, adalah faktor cuaca yang mendukung para petani ketika menanam hingga memanen padi.

"Selain itu, kami juga melakukan pendampingan bersama POPT kecamatan Jatirejo. Tahun ini, kami mendapatkan bantuan berupa benih padi, pupuk organik, kapur pertanian, dan bio insektisida," imbuh Siti Fatimah.

Joko Purnomo menambahkan selain faktor cuaca, keberhasilan komunitas petani dalam meningkatkan jumlah panennya adalah memberikan penyuluhan dan pendampingan tentang cara menggunakan sarana produksi pertanian yang baik dan benar.

"Kemarin kelompok petani kami tidak menggunakan Dolomit, dan organik pada tanahnya kurang terpenuhi. Selain  jenis bibit padi yang ditanam juga ikut mempengaruhi. Untuk panen ini kelompok tani menggunakan dolomit dan memilih jenis bibit padi yang berbeda, hasilnya bulir padi terlihat penuh di pangkal padi," imbuh Joko.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved