Khofifah : 20 Persen Pemuda Indonesia Ingin Mengganti Pancasila Dengan Ideologi Lain

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa lebih dari 20 persen anak muda di Indonesia berkeinginan untuk mengganti ideologi Pancasila

Khofifah : 20 Persen Pemuda Indonesia Ingin Mengganti Pancasila Dengan Ideologi Lain
surabaya.tribunnews.com/benni indo
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (kedua dari kiri) saat berada di Graha Pancasila Balaikota Among Tani, kota Batu, Selasa (13/8/2019). 

SURYA.co.id | KOTA BATU - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa lebih dari 20 persen anak muda di Indonesia berkeinginan untuk mengganti ideologi Pancasila.

Hal itu disampaikan Khofifah di hadapan para veteran Kota Batu saat memperingati Hari Veteran, Selasa (13/8/2019).

Khofifah mengatakan, data itu berasal dari berbagai sumber yang ia terima. Dengan adanya temuan itu, Khofifah mengatakan bahwa generasi muda merupakan sasaran utama paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila.

Ia pun mendorong agar masyarakat, khususnya para pemuda bisa membentengi diri dari paham yang berupaya mengubah ideologi Pancasila.

"Untuk itu, peran anak muda sangat dibutuhkan untuk menjaga Pancasila, Merah Putih serta NKRI," ujar Khofifah.

Khofifah juga mengatakan agar anak muda menjadi pelopor untuk memperkuat persatuan di NKRI. Menurutnya, pemuda saat ini harus memiliki daya saing agar bisa bertahan di tengah perubahan zaman.

"Mungkin anak-anak muda bisa masuk ke sektor ekonomi digital. Hari ini pekerjaan rumah kita semua adalah meningkatkan kualitas produk yang ada agar memiliki daya saing lebih," jelasnya.

Mantan Menteri Sosial RI itu menegaskan bahwa perjuangan para pahlawan terdahulu harus bisa dijaga dan dipertahankan. Saat ini, bentuk perjuangan berbeda jauh dengan masa lalu. Oleh sebab itu, peran pemuda sangat penting untuk meneruskan tongkat estafet perjuangan.

"Kalau sekarang perjuangan yang harus dilakukan adalah melalui ekonomi digital. Para generasi muda harus menyiapkan diri untuk hal itu," tambahnya.

Pemprov Jatim berencana menjalin kerjasama dengan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Dalam perjanjian itu, para veteran akan mendapat kesempatan berbagi pengalaman kepada anak-anak muda tentang makna perjuangan.

“Mereka akan disebar ke sekolah-sekolah untuk menjelaskan apa itu Pancasila, UUD 1945, empat pilar kebangsaan dan semangat kebhinekaan," ujarnya. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved