Gigolo Bali Ini Marah Dibilang Tak Memuaskan Seusai Berhubungan Badan, Bunuh Korban SPG di Hotel

Seorang pria mengaku sebagai Gigolo di Bali marah setelah dibilang tak memuaskan seusai berhubungan badan dengan korban SPG di hotel.

Gigolo Bali Ini Marah Dibilang Tak Memuaskan Seusai Berhubungan Badan, Bunuh Korban SPG di Hotel
Kolase/TRIBUN BALI
Bagus Putu Wijaya pelaku pembunuhan Putu Yuniawati di kamar hotel. 

Diketahui, Bagus Putu Wijaya alias Gus Tu pelaku pembunuh Ni Putu mengaku tega menghabisi korban lantaran kesal dengan kata-kata yang dilontarkan korban kepada dirinya.

Driver Ojol yang Gerayangi Paha Penumpang Wanita dan Viral juga Pernah Curi CD Cewek di Sidoarjo

Dilansir dari Tribun Bali.com (grup SURYA.co.id), Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan mengatakan, kasus pembunuhan itu berawal saat korban bertemu dengan Bagus Putu Wijaya di media sosial.

Awalnya, Bagus Putu Wijaya mengaku ingin membeli mobil korban, kemudian keduanya pun sepakat untuk bertemu, dalam pertemuan itu pelaku mengaku berprofesi sebagai gigolo.

"Didalam pertemuan tersebut antara pelaku dan korban saling ngobrol-ngobrol, korban menanyakan pelaku apa pekerjaannya. Ternyata pelaku mengatakan dirinya seorang gigolo dengan menjajakan prostitusi secara online," jelasnya saat pers rilis di lobby Mapolresta Denpasar, Senin (12/8/2019) siang.

Setelah menerima pengakuan Gus Tu, lanjut Ruddi, korban mengajak Gus Tu untuk makan dan membuat kesepakatan dengan tersangka.

Korban ingin melakukan hubungan suami istri setelah mengetahui Gus Tu merupakan seorang gigolo, dengan tarif yang diterima sebesar Rp 500.000.

Selanjutnya, korban dan Gus Tu pun pergi ke sebuah penginapan Teduh Ayu yang disewa selama dua jam dengan tarif Rp 60.000, Senin sekitar pukul 18.00 Wita.

Saat melakukan hubungan suami istri, korban mengeluh dengan layanan yang diberikan oleh tersangka Gus Tu dan mengatakan bahwa tersangka 'tidak memuaskan'.

"Diajak makan dan korban 'ingin' dengan pelaku ini. Akhirnya ada kesepakatan, mereka pergi ke Penginapan Teduh Ayu," ungkapnya.

"Korban mengatakan bahwa kamu belum memuaskan, saya sudah rugi, saya sudah berikan kamu handphone namun kamu tidak memuaskan saya," tambahnya.

Halaman
123
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved