Gandeng 21 Pengembang, Arebi Bidik Transaksi Rp 50 Miliar Selama Pameran

Hingga akhir tahun 2019, diprediksi rumah secondary akan menggeser mayoritas rumah primary yang dalam tahun-tahun sebelumnya berada di

Gandeng 21 Pengembang, Arebi Bidik Transaksi Rp 50 Miliar Selama Pameran
SURYA.co.id/Sri Handi Lestari
Rudi Sutanto, Ketua Arebi DPD Jatim dan Omar Faizal, Wakil Ketua Bidang III Dewan Pengurus Pusat (DPP) Arebi saat pembukaan pameran Arebi 2019 di Atrium Galaxy Mall 3 Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) DPD Jawa Timur, menggelar pameran perumahan di atrium Galaxy Mal 3 Surabaya, mulai Senin (12/8/2019).

Dalam pameran yang berlangsung hingga Minggu (18/8/2019) itu, ditargetkan bisa membukukan transaksi senilai Rp 50 miliar.

"Target transaksi Rp 50 miliar. Kami melihat pasar properti sudah mulai bangkit di bulan Juni lalu, setelah selama semester I penjualan benar-benar lesu," kata Rudi Sutanto, Ketua Arebi DPD Jatim, setelah pembukaan pameran Senin (12/8/2019) sore.

Rudi mengakui, event pemilu membuat konsumen maupun investor properti melakukan langkah wait and see. Kemudian di bulan Mei, terkena bulan Ramadan yang membuat orang memilih belanja kebutuhan Hari Raya Idul Fitri.

"Pasca Hari Raya, Juli, Juli dan Agustus ini mulai reborn. Penjualan mulai ramai, dengan ada perubahan peningkatan untuk produk properti secondary (rumah bekas)," jelas Rudi.

Hingga akhir tahun 2019, diprediksi rumah secondary akan menggeser mayoritas rumah primary (rumah pertama) yang dalam tahun-tahun sebelumnya berada di atas 50 persen.

Saat ini saja, rumah secondary sudah di kisaran 50 persen, seimbang dengan primary.

"Hal ini tak lepas dari kebutuhan end user, yang ingin rumah langsung pakai. Segera ditempati. Sementara untuk primary kan harus menunggu bangun dan lain sebagainya," tambah Rudi.

Soal harga, rumah secondary berkisar di Rp 1 miliar hingga Rp 1,7 miliar yang banyak diminati atau mayoritas. Sementara di primary di kisaran Rp 600 jutaan hingga Rp 700 jutaan.

Akibat pasar yang melemah, Omar Faizal, Wakil Ketua Bidang III Dewan Pengurus Pusat (DPP) Arebi yang juga hadir dalam acara tersebut, menyebutkan, kenaikan harga rumah di tahun 2019, terutama secondary menjadi stagnan.

"Sementara primary ada kenaikan, tapi tidak besar. Rata-rata hanya berkisar di 2-3 persen pada saat ini. Kemungkinan sampai akhir tahun, dengan bergairahnya pasar yang mungkin akan lebih meningkat lagi setelah penentuan kabinet Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada Oktober 2019 mendatang, bisa di kisaran 6 persen," ungkap Omar Faizal.

Diakui Omar, untuk primary saat ini, respon pasar juga tidak lagi maksimal. Terlihat dalam setiap pemilihan unit dengan NUP, penjualan rumah bisa sold out diatas 70 persen.

"Tapi secara rata-rata nasional, saat ini saat pemilihan unit dengan NUP, saat launching dan sejenisnya, hanya laku sekitar 30-40 persen. Target kami dengan pembaiknya pasar pasca Oktober, bisa lebih gairah lagi," jelas Omar.

Sementara itu, dalam pameran yang digelar di atrium Galaxy Mall 3, merupakan event tahunan Arebi yang tahun 2018 lalu digelar di atrium Ciputra World Surabaya (CWS).

Peserta pameran adalah para developer dengan menyediakan aneka produk rumah tapak, apartemen dan vila. Diantara pengembang yang tampil dengan produknya, adalah Ciputra Group dengan produk CitraGarden, CitraHarmoni, Citraland Driyorejo, Puri Surya Jaya, Gunawangsa Group, Hamlet dan lainnya.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved