Berita Surabaya

Disperindag Jatim Sebut Merkuri Bahan Tambang Berbahaya, ini Sanksi jika Perdagangkan secara Ilegal

Terbongkarnya pabrik pembuat merkuri ilegal oleh Ditreskrimsus Polda Jatim mendapat apresiasi Disperindag Jatim.

Disperindag Jatim Sebut Merkuri Bahan Tambang Berbahaya, ini Sanksi jika Perdagangkan secara Ilegal
surya.co.id/ahmad zaimul haq
ILEGAL - Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus produksi merkuri ilegal yang berhasil diamankan dalam gelar kasus di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa (13/8/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Terbongkarnya pabrik pembuat merkuri ilegal oleh Ditreskrimsus Polda Jatim juga mendapat apresiasi dari Dinas Perindustruan dan Perdagangan (Disperindag) Jatim.

Kepala Opt Perlindungan Konsumen Disperindag Jatim Eka Setyabudi, dirinya melihat temuan kasus ini dalam aspek Tata Niaga yang Diatur.

Menurutnya, merkuri merupakan satu di antara bahan tambang berbahaya.

"Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 75 Tahun 2014," katanya saat ditemui awakmedia di depan Gedung Ditreskrimsus Mapolda Jatim, Selasa (13/8/2019).

Memperdagangkannya saja, ungkap Eka, patut mengantongi izin, apalagi bila tidak memiliki izin maka dikenai sanksi

Sanksinya, ungkap Eka, empat tahun penjara dan denda Rp 10 milliar.

Sedang Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, para pelaku menjalankan memproduksi merkuri selama 13 tahun secara terselubung, tanpa izin.

"Pelaku ternyata selama ini tidak ada izinnya," kata Yusep.

Yusep mengungkapkan, pelaku membangun tempat produksi di Jatim, bermaksud mengelabuhi aparat hukum dinas terkait.

Pasalnya, sekitar 80 persen pertambangan emas ada di luar pulau jawa, seperti di Kalimantan, Nusa Tenggara, dan Papua.

"Jadi ini hanya modus aja karena kalau memang mau diproduksi di luar Jawa emang bisa," tandasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved