Persebaya Surabaya

Bejo Sugiantoro Berharap Penggawa Persebaya Surabaya Jangan Takut Main di Malang dan Wajib Ngeyel

Pelatih caretaker Persebaya Surabaya Bejo Sugiantoro berusaha bangkitkan motivasi pemainnya dan tularkan semangat tanding jelang hadapi Arema FC

Bejo Sugiantoro Berharap Penggawa Persebaya Surabaya Jangan Takut Main di Malang dan Wajib Ngeyel
SURYA.co.id/Habibur Rohman
Bejo Sugiantoro 

SURYA.co.id | SURABAYA – Pelatih caretaker Persebaya Surabaya Bejo Sugiantoro berusaha bangkitkan motivasi pemainnya dan tularkan semangat tanding jelang hadapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Malang, Kamis (15/8/2019).

Sebagai legenda hidup Persebaya, ia berharap para penggawa tim Bajul Ijo bisa tampil dengan permainan khas Surabaya yang dikenal “ngosek” atau ngeyel. Jangan pernah takut main di Malang.

Apalagi, lawan Arema FC disebut pelatih yang kini tinggal di Sidoarjo ini selalu menjadi laga syarat gengsi, itu tidak lepas dari rivalitas kedua tim selama ini.

Dengan bisa bermain dengan khas Surabaya secara maksimal, kata Bejo Sugiantoro, jika saja hasil belum berpihak pada Persebaya tidak akan menjadi soal.

“Sebetulnya tidak hanya ditularkan (semangat bertanding), kami harus bermain dengan gaya kami, ngeyel,ngosek, itu cukup bagi saya. Bonek nanti tau akan menilai seperti apa pemain-pemain dan tim Persebaya nantinya,” terang Bejo, Senin (12/8/2019).

Meskipun diakui pelatih asal Sidoarjo tersebut, itu tidak akan mudah. Tak lain karena mental pemain sedikit terganggu dengan berhetinya pelatih Djadjang Nurdjaman.

Belum lagi, secara catatan Persebaya saat bermain di Malang, selalu kesulitan raih poin. Kali terakhir Persebaya bisa bawa pulang satu poin di Liga Indonesia musim kompetisi 1997-1998.

Laga yang berlangsung 12 April 1998 tersebut berakhir dengan skor imbang 0-0. Setelahnya, Persebaya selalu telan kakalahan saat bermain di Malang.

Termasuk dua pertemuan terakhir musim ini di Piala Presiden 2019, hasil lebih berpihak pada Arema FC. Persebaya ditahan imbang 2-2 saat bermain di Surabaya (9/4/2019). Kalah 2-0 dari Arema FC saat bermain di Malang (12/4/2019).

Di sisa waktu yang ada, disebut pelatih 42 tahun itu pihaknya akan berusaha maksimal untuk meredam dampak dari kosongnya kursi kepelatihan.

Halaman
1234
Penulis: Khairul Amin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved