Apkrindo Jatim: Ingin Bertahan Lama dan Untung, Pengusaha Kuliner Harus Kreatif dan Inovatif

Konsumen zaman now tidak ragu merogoh kocek dalam-dalam demi makanan atau minuman yang sedang tren. Asalkan harga yang mereka bayar sebanding

Apkrindo Jatim: Ingin Bertahan Lama dan Untung, Pengusaha Kuliner Harus Kreatif dan Inovatif
Istimewa
Ketua Apkrindo Jatim, Tjahjono Haryono. 

SURYA.co.id | SURABAYA  - Perubahan tren saat ini adalah traveling, kuliner dan gadget. Hal itu mendorong pertumbuhan industri kuliner semakin meningkat.

Di tahun 2018, Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restaurant Indonesia (Apkrindo) Jatim, tercatat ada pertumbuhan 20 persen untuk kafe dan restoran baru.

"Tahun ini proyeksi pertumbuhannya akan lebih tinggi. Karena itu, kompetisinya pun semakin sengit," kata Ketua Apkrindo Jatim, Tjahjono Haryono, Selasa (13/8/2019).

Karena itu, pasar semakin kompetitif dan menuntut para pelaku usaha di sektor ini harus kreatif dan inovatif.

’’Kalau ingin bertahan lama, ya harus rajin berinovasi. Mulai menu, teknologi, hingga equipment,’’ tambah Tjahjono.

Apalagi konsumen zaman now tidak ragu merogoh kocek dalam-dalam demi makanan atau minuman yang sedang tren. Asalkan harga yang mereka bayar sebanding dengan yang mereka dapatkan.

Karena itu, para pebisnis restoran dan kafe harus selalu meng-update wawasan mereka soal kuliner.

Menurut Tjahjono, nilai transaksi industri food and beverage (F & B) di Indonesia besar. Sepanjang tahun 2018, pihaknya mencatat ada di angka lebih dari Rp 800 triliun. Di Surabaya, nilai PAD dari sektor restoran berkisar Rp 450 miliar.

’’Itu angka yang besar. Artinya, prospek bisnis industri ini masih sangat cerah,’’ lanjut Tjahjono.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Chef & Kitchen Consultant, Mandif Warokka.

"Bagi konsumen milenial, pengalaman lebih penting ketimbang rasa makanan," kata Mandif.

Pengalaman kuliner, saat ini mencakup semua aspek restoran. Bukan hanya menu, melainkan juga sampai ke suasana restoran atau kafe dan layanan.

Owner Restomart, Damian Pius menambahkan, bahwa ke depan restoran dan kafe berteknologi tinggilah yang akan menjadi tren.

’’Orang-orang masa kini sudah tidak bisa dijauhkan dari teknologi. Itu cara paling efektif untuk mempertahankan pelanggan sekaligus menambah yang baru,’’ ungkap Damian.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved