Berita Tulungagung

947 Botol Miras Disita dari 9 Lokasi di Tulungagung, Pemiliknya Dilakukan Pembinaan

Diharapkan dengan perang terhadap miras ini, tidak ada lagi keributan di Tulungagung yang bersumber dari miras.

947 Botol Miras Disita dari 9 Lokasi di Tulungagung, Pemiliknya Dilakukan Pembinaan
SURYA.co.id/David Yohanes
Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Hendi Septiadi memegang contoh miras yang disita UKL Miras. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Personil Satrekrim Polres Tulungagung menyita 947 botol minuman keras dari berbagai merek.

Namun berbeda dengan pengungkapan sebelumnya, minuman keras yang disita hasil produksi pabrik.

Sebelumnya setiap kali operasi, miras yang paling banyak disita adalah jenis ciu atau arak Jawa. Tapi, karena kerap dilakukan razia pencegatan mobil yang menyelundupkan arak Jawa dari Jawa Tengah, miras jenis ini mulai hilang.

Dari 947 botol yang disita, hanya ditemukan tujuh botol ciu dalam kemasan bekas botol air mineral.

Jenis paling banyak yang disita adalah anggur kolesom sebanyak 108 botol, anggur merah 60 botol dan vodka topi miring 60 botol.

Kaspolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar melalui Kasat Reskrim, AKP Hendi Septiadi mengatakan, seluruh miras disita dari sembilan warung.

Dua warung ada di Kecamatan Kedungwaru, dua di Tanggunggunung, tiga di Ngantru, serta di Kelurahan Kepatihan dan Kecamatan Sumbergempol.

“Di Tulungagung masih marak penjualan miras tanpa disertai izin,”ucap Hendi, Selasa (13/8/2019).

Lanjut Hendi, penyitaan miras ini dilakukan oleh Unit Kecil Lengkap (UKL) miras, yang dibentuk Kapolres.

Diharapkan dengan perang terhadap miras ini, tidak ada lagi keributan yang bersumber dari miras.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved