Sambang Kampung

Video Sambang Kampung Lawang Seketeng Surabaya, Ada Alquran Kuno 'Cap Belanda' di Langgar Dukuh Kayu

Sebuah Alquran kuno peninggalan jaman Belanda ditemukan di Langgar Dukur Kayu Kampung Lawang Seketeng Surabaya

Video Sambang Kampung Lawang Seketeng Surabaya, Ada Alquran Kuno 'Cap Belanda' di Langgar Dukuh Kayu
surya/fatimatuz zahro
Kelompok Sadar Wisata Kampung Lawang Seketeng menunjukkan Alquran kuno di Langgar Dukur Kayu, Senin (12/9/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebuah Alquran kuno peninggalan jaman Belanda ditemukan di Kampung Lawang Seketeng. Alquran kuno itu kini tersimpan rapi di Langgar Dukur Kayu yang terletak di Jalan Lawang Seketeng Gang IV atau Gang Ponten RT 6 RW 15 Kelurahan Peneleh Kecamatan Genteng.

Alquran kuno yang unik dan bersejarah itu kini menjadi daya tarik banyak wisatawan yang berkunjung ke kampung Lawang Seketeng. Lebih dari itu, Alquran ini memiliki sejumlah keunikan.

Di setiap lembar halaman kitab suci tersebut memiliki cap pemerintahan Belanda. Cap tersebut hanya bisa dilihat jika disorot menggunakan lampu atau sumber cahaya. Setiap lembarnya memiliki tanda atau cap yang berbeda-beda.

Sambang Kampung Lawang Seketeng, Pemkot Surabaya Angkat Sate Manggul Jadi Wisata Kuliner Unggulan

"Ini kitab Alquran yang sangat kuno. Sejak masjid ini berdiri tahun 1893 Alquran ini sudah di sini," kata Purwantono, Sekretaris Kelompok Sadar Wisata Langgar Dukur Kayu, pada Surya, Senin (12/9/2019).

Warga asli Kampung Lawang Seketeng ini pun lalu menunjukkan bagaimana cara melihat cap pemerintahan Belanda dari Alquran kuno tersebut.

Dengan berbekal lampu handphone, ia lalu menyorot bagian tengah halaman Alquran kuno tersebut dan munculah logo pemerintahan Belanda.

Di halaman lain bahkan muncul tulisan berbahasa Belanda.

Selain itu, saking kunonya, kitab Alquran satu ini tidak memiliki tanda juzz, bahkan nama suratnya juga tidak terdapat di kitab tersebut.

Di setiap permulaan surat di dalam kitab Alquran kuno itu hanya dituliskan kata awalan yang ada di masing-masing surat yang dijadikan penanda nama surat tersebut.

"Seperti kita kenal surat Al Lahab. Di Alquran ini tidak ada nama surat Al Lahab. Yang ada di Alquran ini adalah surat Tabbat, Karena awal mulanya surat Al Lahab kan kata tersebut. Ini kitab Alquran yang sangat kuno," kata Purwantono.

Halaman
123
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved