Berita Surabaya

Syukuran Qurban di Kampung Seng Gayungkebonsari, Santap Sate Ramai-ramai Pakai Piring Daun Pisang

Syukuran Qurban di Kampung Seng Gayungkebonsari, santap sate ramai-ramai pakai piring daun pisang.

Syukuran Qurban di Kampung Seng Gayungkebonsari, Santap Sate Ramai-ramai Pakai Piring Daun Pisang
surya.co.id/nuraini faiq
DAUN PISANG - Puluhan warga Kampung Seng Gayungkebonsari, Surabaya, menyantap menu sate dari daging kurban yang diinisiasi organisasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jatim, Senin (12/8/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Lebih dari 60 warga Kampung Seng, Gayungkebonsari, Surabaya ramai-ramai menyantap sate hewan Qurban di kampung mereka, Senin (12/8/2019). Baru hari raya Idul Adha tahun ini, kampung mereka mendapatkan jatah hewan Qurban. 

Adalah organisasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jatim yang merealisasikan hewan Qurban disembelih di kampung tersebut. Menariknya, selain setiap warga berhak atas daging kambing, mereka juga menyantap menu sate ramai-ramai bersama warga kampung.

Uniknya santap ramai-ramai sate itu dibuat mirip acara kondangan dengan piring atau wadah makannya adalah daun pisang. Lembaran daun pisang utuh digelar si sepanjang arena kondangan. Terop sepanjang 20 meter digunakan Syukuran Qurban.

Tampak semua warga antusias dan menikmati menu sate yang dimakan bersama. Para bapak-bapak itu menyertakan istri dan anaknya ikut menyantap sate saat makan siang.

"Baru kali ini ada sembelihan Qurban di kampung kami," kata Sutarmi, warga Kampung Seng sambil menyantap kregsengan kambing. 

Sebanyak lima titik digelar daun pisang utuh yang dikerubuti Sampai sepuluh orang. Selain daun pisang juga disediakan piring dan untuk mereka yang senang gule. Para warga berbaur menikmati Santap siang bersama. 

Kampung Seng adalah sebuah kampung yang diapit perumahan. Rata-rata beratap seng sehingga disebut Kampung Seng. Sepanjang tahun mereka belum pernah mendapat Qurban. 

"Relawan kami yang kemudian menemukan kampung ini. ACT bersama donatur dan IWAPI (ikatan wanita pengusaha Indonesia) Jatim merealisasikan Qurban di sini," kata Kepala Cabang ACT Jatim Wahyu Sulistianto Putro.

Tampak Ketua IWAPI Jatim Reni Widya Lestari ikut berbaur menyantap sate dengan daun pisang.

"Ada nilai barokah berbagia bahagia bersama warga," kata Reni. 

Global Qurban ACT memang memusatkan bantuan hewan qurban di kampung tersebut. Jokopi selaku donatur hewan qurban, IWAPI dan BEM Universitas Negeri Surabaya (Unesa) turut menyemarakkan acara dengan lomba dan live mural kemanusiaan.

Kebahagiaan warga terasa saat masak bersama dan santap sate bareng. Ada juga menu favorit warga Surabaya, rawon. Warga tampak antusias karena setelah bertahun-tahun baru dapat menyembelih qurban di kampung mereka sendiri, mengolahnya sendiri.

Tahun-tahun lalu mereka hanya mendapat daging qurban dari pembagian di wilayah sekitar kampung. Warga dan anak-anak makin senang karena juga digelar lomba-lomba semarak hari kemerdekaan juga dilaksanaan bersamaan dengan event syukuran Qurban tersebut.

ACT Jatim bersama banyak pihak memang menggelar event Syukuran Qurban ini dengan kegiatan penyembelihan kambing, makan bersama, live mural, dan perlombaan untuk merayakan hari kemerdekaan Indonesia. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved