Berita Sidoarjo

Sistem Perizinan Online di Sidoarjo Belum Diminati Warga, Sosialisasi OSS Disebut Perlu lebih Gencar

Online Single Submission (OSS) atau sistem online yang diterapkan dalam pelayanan perizinan di lingkungan Pemkab Sidoarjo.

Sistem Perizinan Online di Sidoarjo Belum Diminati Warga, Sosialisasi OSS Disebut Perlu lebih Gencar
surabaya.tribunnews.com/m sudarsono
Foto ilistrasi: Masyarakat pemohon izin mengurus perizinan via OSS di kantor Perizinan. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Online Single Submission (OSS) atau sistem online yang diterapkan dalam pelayanan perizinan di Sidoarjo memungkinkan pemohon untuk mengurus perizinannya di mana saja.

Tapi sejauh ini, sepertinya masih masih banyak yang belum paham tentang sistem tersebut. Sehingga, warga kerap memilih datang langsung ke kantor dinas atau ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Sidoarjo.

"Padahal, selain di MPP kami juga membuka layanan perizinan usaha di Kantor Kecamatan," ungkap Ari Suryono, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sidoarjo.

Terhitung sudah ada empat kecamatan di Sidoarjo yang bisa melayani permohonan pengurusan perizinan usaha. Yakni Kecamatan Sedati, Waru, Taman dan Kecamatan Krian.

Layanan OSS di Kantor Kecamatan bisa melayani pengurusan NIB, SIUP, TDP, IUMK. Di sana juga ada petugas khusus yang disiapkan untuk membantu pemohon mengurus perizinannya.

Misalnya, pada tahap awal pemohon diberitahu persyaratan, seperti KTP, KK, NPWP, Surat keterangan Domisili usaha dan email. Setelah itu dibantu petugas dalam proses pengisian data secara online. Tak beda dengan layanan di MPP.

"Layanan di kecamatan sengaja kami buka untuk mempercepat proses pelayanan perizinan dan kemudahan berusaha dalam rangka peningkatan realisasi, implementasi, penanam modal dalam negeri dan penanaman modal asing," sambungnya.

Tapi sejauh ini, diakuinya masih jarang warga yang memanfaatkan layanan di kecamatan. Mereka masih cenderung datang ke kantor dinas atau ke MPP.

Padahal, dibukanya layanan di kecamatan juga bertujuan untuk mengurangi antrean di MPP.

"Karena itu, kami terus menggencarkan sosialisasi agar masyarakat memanfaatkan layanan di kecamatan. Kan lebih dekat, mudah, dan tidak antre. Toh sistemnya sama karena semua terintegrasi lewat online," urai dia.

Data yang ada memang sejauh ini layanan OSS di kecamatan masih sepi. Di Kecamatan Taman misalnya, meski telah aktif membuka pelayanan sejak April 2019 kemarin, pemohonnya terhitung masih sedikit.

"Dalam satu bulan, hanya sekitar 10-15 pemohon saja memanfaatkan layanan OSS di kecamatan," kata Camat Taman Ali Sarbini.

Diperkirakan, hal itu terjadi karena masih banyak masyarakat yang belum tahu tentang keberadaan layanan OSS di kantor kecamatan.

"Butuh sosialisasi lebih gencar lagi,  agar masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke MPP," sebutnya.

Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved