Pembebasan Lahan Belum Tuntas, Pengerjaan Seksi V Tol Pandaan-Malang Terancam Molor

Pengerjaan seksi V tol Pandaan-Malang yang ditarget rampung akhir tahun ini terancam molor karena banyak warga yang menolak harga pembebasan lahan.

Pembebasan Lahan Belum Tuntas, Pengerjaan Seksi V Tol Pandaan-Malang Terancam Molor
Surabaya.Tribunnews.com/Benni Indo
Sejumlah warga menunggu untuk melihat proses pemasangan balok beton jembatan jalan tol Pandaan - Malang di dekat proyek kawasan Kelurahan Cemorokandang, Kota Malang, Senin (24/6/2019). 

SURYA.co.id | MALANG - Pengerjaan seksi V tol Pandaan-Malang yang ditarget rampung akhir tahun ini terancam molor. Hal itu disebabkan 34 KK di Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang menolak digusur hingga tuntutannya dipenuhi pemerintah.

"Kami tempuh kasasi di Mahkamah Agung (MA). Selama proses hukum berlangsung, Presiden sekalipun tidak bisa menggusur," ujar Kuasa Hukum warga Madyopuro, Sumardan, Senin (12/8/2019).

Menurut Sumardan, harga penggantian lahan yang ditawarkan pemerintah (atau tim appraisal) tak sesuai dengan perhitungan.

Warga kelas 1 (dekat jalan raya) misalnya, menutut agar lahan miliknya dihargai Rp 25 juta per meter. Sementara warga kelas 2 (perkampungan) dan kelas 3 meminta diganti Rp 20 juta dan Rp 15 juta per meter.

"Kenapa besar, karena warga ini posisinya bukan sedang menjual tanah. Itu lahan mereka, tempat tinggal turun temurun. Kalau pemerintah minta supaya pindah dari situ, maka seyogyanya kompensasinya juga besar," ucapnya.

Sebetulnya kata dia, warga tidak menolak keberadaan tol Pandaan-Malang. Jika kompensasi atas lahan rendah, mereka khawatir tak bisa membeli rumah kembali.

"Belum lagi jika punya usaha di situ harus pindah. Pindahnya ke mana juga tidak disediakan. Jadi wajar jika masyarakat menolak kalau harga kompensasinya rendah," katanya.

Koordinator warga Madyopuro, Hamdi mengatakan ada 34 KK yang masih menolak harga penggantian yang ditawarkan pemerintah. Harga penggantian yang ditawarkan, dinilai terlalu jauh dengan pasar.

"Kalau harganya sudah bagus, kami tidak apa-apa pindah," tutur Hamdi.

Ia mengungkapkan tawaran penggantian lahan hanya Rp 3,5 juta per meter dan Rp 2,5 juta per meter jika terdapat bangunan di atasnya.

Halaman
12
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved