Single Focus

Layanan Online di Rumah Sakit Kurang Diminati, YLKI Anggap Pemerintah Pelit Sosialisasi 

Layanan online di rumah sakit kurang diminati, YLKI anggap pemerintah kurang sosialisasi. 

Layanan Online di Rumah Sakit Kurang Diminati, YLKI Anggap Pemerintah Pelit Sosialisasi 
ist
Said Sutomo, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Jatim

SURYA.co.id | SURABAYA - Nyaris setiap layanan yang diselenggarakan oleh institusi pemerintah selalu banyak tidak diminati masyarakat. Bukan karena bentuk layanannya yang tidak dikehendaki, tapi sosialisasi yang selalu telat.

 Seolah pemerintah itu pelit untuk melakukan sosialisasi yang masif kepada masyarakat. Seperti layanan online reservasi oleh pasien di RSUD Dr Soetomo dan RSUD yang lain. Kebanyakan masyarakat mengabaikan layanan ini.

 "Faktor utamanya hanyalah sosialisasi. Kenapa layanan online di RS milik pemerintah tak diminati, pemerintah malas sosialiasi. Padahal bikinnya dengan uang yang tidak sedikit," ucap Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Jatim Said Sutomo, Senin (12/8/2019).

Said mengamati bahwa ada kecenderungan pemerintah kerap royal membuat inovasi layanan. Namun  hampir selalu tidak diikuti dengan sosialiasi yang baik. Bahkan keberlanjutan layanan itu juga tidak diperhatikan. 

Terutama dengan mudah membelanjakan peralatan dan belanja fasilitas. Apakah fasilitas itu kemudian dimanfaatkan atau tidak tidak pernah dipikirkan. Biasanya banyak fasilitas itu nganggur.

Di era teknologi informasi saat ini layanan online kepada pasien sudah menjadi kebutuhan. Anehnya belum banyak masyarakat yang memanfaatksnnya.  Mereka para pasien dan masyarakat banyak yang belum tahu. Kalau ada yang sudah tahu belum paham dan mengerti layanan online itu.

Warga banyak yang belum mengerti bagaimana cara mengaksesnya. Memang masyarakat kebanyakan belum akrab karena faktor usia dan keterjangkauan akses internet atau online. Tidak semua warga juga melek internet.

Namun, diyakini jumlah yang seperti itu tidak banyak. Semestinya sudah harus diantisipasi pemerintah daerah selaku regulator dan RSUD selaku operator.

"Jangan sampai malah pemerintah gaptek. Sementara RS buta manfaat layanan online itu," kata Said.

Layanan kesehatan berbasis online ini memang menjadi tantangan bagi RSUD. Mau tidak mau harus mengikuti kebutuhan era IT seperti saat ini. Belum semua masyarakat sadar akan layanan kesehatan berbasis online ini. 

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved