Selasa, 7 April 2026

Khofifah Rencanakan Ekspansi Ekspor Hasil Laut ke Republik Belarusia

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjajaki kerjasama dengan Republik Belarusia, Eropa Timur, untuk bisa mengekspor produk laut

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahro
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyambut kedatangan Duta Besar Republik Belarus, H. E. Valery Kolesnik di Gedung Negara Grahadi, Senin (13/8/2019) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjajaki kerjasama dengan Republik Belarusia, Eropa Timur, untuk bisa mengekspor produk laut utamanya dari Sendang Biru, Kabupaten Malang.

Penjajakan itu dilakukan saat Gubernur Khofifah Indar Parawansa bertemu dengan Duta Besar Republik Belarusia, H. E. Valery Kolesnik, Senin (12/8/2019).

Dikatakan Khofifah, ekspansi ekspor hasil laut ke Republik Belarusia sangat potensial. Ini lantaran negara tersebut secara geografis tidak memiliki wilayah laut. Sehingga jika Jawa Timur menyuplai kebutuhan hasil laut ke Belarusia maka hal tersebut akan menjadi peluang yang menjanjikan.

"Republik Belarus tidak memiliki wilayah laut. Sehingga mereka tertarik kerjasama di sektor hasil laut maupun olahannya terutama adalah tuna dan salmon," kata Khofifah.

Khofifah menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar untuk dapat menyuplai tuna ke Belarus, karena di Malang Selatan tepatnya di Sendang Biru termasuk penyuplai ikan tuna terbesar di Indonesia.

"Bagaimana kalau Belarus ambil ikan tuna dari Sendang Biru. Pengolahan bisa dilakukan di areal Surabaya Industial Estate Rungkut (SIER) sehingga dekat dengan pelabuhan Tanjung Perak," kata Khofifah.

Khofifah menambahkan, untuk industri pengolahan hasil laut, Jawa Timur memiliki perusahaan pengolahan yang cukup advance. Salah satunya berada di Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER).

Di SIER masih tersedia beberapa area yang siap untuk digunakan industri pengolahan termasuk olahan ikan.

"Jadi kalau Belarus mau berinvestasi dalam waktu dekat bisa ke SIER," tegasnya.

Pada kesempatan itu, gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini tidak lupa mempromosikan titik-titik wisata potensial yang ada di Jawa Timur. Seperti potensi wisata Kawah Ijen dan juga Gunung Bromo.

Hal ini dianggap penting karena dinilai dapat memberikan dampak postif bagi pariwisata Jawa Timur, khusunya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Jawa Timur lebih khusus lagi dari Belarus dan Eropa Timur.

"Dubes atau diplomat memiliki jaringan yang luas. Melalui jaringannya beliau, kita berharap promosi wisata dan kerjasama antar negara dapat kita bangun lebih luas. Belarus dikenal negara yang memiliki teknologi alutsista yang canggih. Saya rasa banyak hal yang bisa kita bangun kerjasama," jelas Khofifah.

Sementara itu Duta Besar Republik Belarus, H. E. Valery Kolesnik mengatakan bahwa kedatangannya di Jawa Timur memang tak lain adalah ingin memperluas kerjasama antara Belarus dengan Indonesia. Tak terkecuali Jawa Timur.

"Jawa Timur berpotensi besar di bidang ekonomi dan perdagangan. Kita sedang ingin membangun kerjasama baru dibidang lain. Karena sejauh ini kami sudah memiliki sejjumlah kerjasama dengan universitas dan beberapa kota," katanya.

Menurutnya meski jarak Jawa Timur dengan Belarus ribuan kilometer, namun ia yakin tak akan menghalangi kerjasama yang bisa dilakukan ke dua belah pihak. Terutama dengan adanya kebijakan bebas visa bagi warga Indonesia yang datang ke Belarus.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved