Berita Blitar

Khawatir Jadi Silpa, Pemkot Blitar Tunda Pekerjaan 3 Proyek Tahun Ini

Pemkot Blitar membatalkan pengerjaan tiga proyek pada tahun ini dan anggarannya dialihkan ke program lain

Khawatir Jadi Silpa, Pemkot Blitar Tunda Pekerjaan 3 Proyek Tahun Ini
surya/samsul hadi
Pekerja melintas masuk di pintu gerbang TPA, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Senin (12/8/2019). 

SURYA.co.id | BLITAR - Pemkot Blitar membatalkan pengerjaan tiga proyek pada tahun ini. Ketiga proyek tersebut, yaitu, perluasan tempat pembuangan akhir (TPA), renovasi Pasar Rembang, dan relokasi eks pedagang kaki lima (PKL) Jl Mastrip. Plt Wali Kota Blitar, Santoso mengatakan ketiga proyek itu sebenarnya sudah dianggarkan di APBD 2019.

Tetapi, karena belum ada progres, akhirnya Pemkot Blitar membatalkan pengerjaan ketiga proyek itu. Santoso menyebut anggarannya dialihkan untuk program lain.

Menurut Santoso, penundaan ketiga proyek itu juga untuk meminimalisasi dana silpa. Karena Pemkot Blitar memastikan ketiga proyek itu belum siap dilaksanakan tahun ini.

"Dari pada jadi silpa, lebih baik anggarannya kami alihkan dulu. Nanti kalau sudah siap, akan kami anggarkan lagi pekerjaan tiga proyek itu," kata Santoso, Senin (12/8/2019).

Seperti diketahui, Pemkot Blitar berencana memperluas TPA di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Tahun ini, Pemkot sudah mengalokasikan anggaran Rp 3 miliar untuk pembebasan lahan di lokasi.

Selain itu, Pemkot Blitar juga berencana merenovasi Pasar Rembang tahun ini.

Pemkot Blitar mengalokasikan anggaran Rp 1 miliar untuk renovasi Pasar Rembang.

Anggaran itu digunakan untuk pembangunan gapura, akses masuk, dan pengurukan.

Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto, menambahkan Pemkot Blitar memang belum siap mengerjakan ketiga proyek itu.

Misalnya, proyek perluasan TPA di Kelurahan Gedog sampai sekarang belum ada kesepakatan harga antara Pemkot dan warga soal pembebasan lahan.

"Berdasarkan informasi dari Pemkot, harga yang diminta warga terlalu tinggi. Pemkot belum berani membebaskan lahan itu," tukas Totok.

Sedangkan soal renovasi Pasar Rembang, kata Totok, sampai sekarang dokumen perencanaannya belum lengkap, padahal, waktu pekerjaan proyek sudah mepet.

Untuk itu, Pemkot Blitar menunda proyek renovasi Pasar Rembang.

"Termasuk perencanaan relokasi eks PKL Mastrip juga belum lengkap. Kami minta Pemkot Blitar menyiapkan perencanaan dulu, nanti tahun depan bisa dianggarkan lagi," ujarnya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved