Senin, 4 Mei 2026

3 Penyebab Merasa Pusing Setelah Makan Daging Kurban, Salah Satunya Tanda-tanda Keracunan

Jika kamu merasa pusing setelah makan daging kurban, maka itu bisa jadi sebuah pertanda 3 hal ini

Tayang:
The Doctor Weighs In
Ilustrasi pusing 

SURYA.co.id - Jika kamu merasa pusing setelah makan daging kurban, maka itu bisa jadi sebuah pertanda

Dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Pusing Setelah Makan Daging? Awas, Mungkin 3 Hal Ini Penyebabnya', ada beberapa hal yang menjadi penyebab pusing setelah makan daging kurban

Melansir dari Hello Sehat, pusing setelah makan daging bisa disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:

1. Alergi daging

Sering pusing setelah makan daging bisa disebabkan karena Anda mengalami alergi terhadap daging. 

Ilustrasi Daging
Ilustrasi Daging (IST Tribun Wow)

Jika biasanya makanan yang memicu alergi adalah susu, seafood, dan telur, beberapa orang ada yang justru alergi terhadap daging.

Reaksi alergi menyebabkan tubuh memproduksi histamin, yaitu senyawa yang penting untuk menjaga daya tahan tubuh.

Histamin akan bereaksi secara berlebihan dan menyebabkan kulit gatal, mual, bersin-bersin, atau pusing.

Pada dasarnya semua daging hewan ternak bisa saja memicu alergi pada orang yang sensitif.

Sejauh ini, daging sapi merupakan salah satu bentuk dari alergi daging yang paling sering terjadi.

2. Keracunan makanan

Daging yang terkontaminasi berbagai bakteri, seperti Salmonella, E. colli, atau Listeria bisa menyebabkan keracunan.

Apalagi jika Anda tidak mengolah daging tersebut dengan cara yang tepat.

Selain mengurangi kualitas nutrisi yang terkandung di dalamnya, daging yang tidak diolah dengan cara yang tepat juga dapat bisa menyebabkan keracunan makanan.

Keracunan makanan bisa terjadi beberapa jam atau beberapa hari setelah daging dikonsumsi.

Gejala keracunan makanan umumnya meliputi sakit perut, mual dan muntah, pusing dan diare.

Segera cari bantuan medis jika gejala yang Anda alami tidak kunjung membaik atau justru semakin memburuk.

3. Terlalu banyak makan daging

Daging merupakan sumber zat besi yang baik untuk tubuh.

Salah satu fungsi zat besi yaitu untuk pembentukan sel darah merah yang sehat.

Namun, terlalu banyak makan daging juga berbahaya.

Cara Bikin Kaldu Daging yang Enak saat Dimakan untuk Idul Adha 2019, Simak Langkah-langkahnya
Cara Bikin Kaldu Daging yang Enak saat Dimakan untuk Idul Adha 2019, Simak Langkah-langkahnya (Ist siap wacana)

Pasalnya, hal tersebut dapat menyebabkan Anda mengalami keracunan zat besi.

Keracunan zat besi biasanya akan menimbulkan gejala dalam waktu 6 jam setelah overdosis dan dapat memengaruhi berbagai bagian tubuh yang berbeda.

Mulai dari saluran pernapasan, paru-paru, lambung, usus, jantung, darah, hati, kulit, dan sistem saraf.

Secara umum, gejala keracunan zat besi termasuk mual, muntah, pusing, diare, nyeri perut, gelisah, dan mengantuk.

Dalam kasus yang serius mungkin akan menyebabkan napas cepat, jantung berdebar, pingsan, kejang, dan tekanan darah rendah.

Penting untuk dipahami bahwa kondisi ini biasanya lebih mungkin dialami oleh orang-orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti hemokromatosis.

Hemokromatosis merupakan kondisi genetik yang menyebabkan proses penyerapan zat besi dari makanan secara tidak wajar.

Perlu diketahui, ada sejumlah tips yang perlu diperhatikan saat makan daging kurban di Hari Raya Idul Adha agar kesehatan tetap terjaga

Tips sehat makan daging kurban ini bertujuan untuk mencegah terjadinya hal-hal fatal seperti risiko penyakit jantung dan usus

Dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Momen Idul Adha, Ini Tips Sehat Konsumsi Daging Kurban', daging memang sumber protein hewani terbaik dan mengandung semua asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu perbaikan dan mengganti jaringan dan sel yang rusak.

Asam amino tersebut tidak diproduksi oleh tubuh sehingga kita harus mendapatkannya dari makanan.

Protein yang terkandung pada daging sangat lengkap dibanding dengan protein yang terdapat dari tumbuhan.

Daging juga mengandung zat besi yang penting untuk kesehatan reproduksi.

Meski manfaatnya yang tinggi, kita tetap harus mengonsumsi daging dengan bijak.

Menurut para ahli dari Health Harvard Education, batas aman konsumsi daging merah 50 sampai 100 gram per hari.

Terlalu banyak mengonsumsi daging berakibat fatal bagi kesehatan. Pasalnya, daging mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker usus.

Laman Hello Sehat juga melaporkan, konsumsi daging merah berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker, penyakit jantung dan gagal ginjal.

Tapi, jangan khawatir. Kita tetap bisa mengonsumsi daging kurban dengan cara yang lebih sehat.

Misalnya, memilih potongan daging merah tanpa lemak dengan terlebih dahulu dipisahkan bagian lemak yang menempel di sisi atau sekeliling daging.

Cara mengolah daging juga memengaruhi kandungan daging.

Demi kesehatan, sebaiknya kita hindari mengolah daging dengan cara digoreng.

Mengolah daging kurban dengan cara dipanggang akan lebih aman untuk kesehatan kita.

Jangan lupa, tempatkan bagian yang berlemak di atas alat pemanggang supaya lemak habis terpanggang.

Untuk menghilangkan bagian berlemak, kita bisa merebus daging kemudian membiarkannya dingin selama beberapa saat.

Lalu, buang bagian lemak yang menempel pada daging.

kita bisa menyajikan kembali daging, misalnya dengan ditumis dengan potongan brokoli atau kacang-kacangan.

Secara rinci, berikut tips mengolah daging agar lebih sehat menurut laman Hello Sehat:

- Membumbui daging dengan campuran bawang putih, air jeruk lemon, dan minyak zaitun untuk mengurangi pembentukan zat karsinogenik

- Menggunakan api sedang dan tidak membakar daging secara langsung di atas bara api

- Jika harus menggunakan api besar, jangan lupa membolak-balik daging setiap beberapa menit

- Membuang bagian daging yang terbakar atau gosong

Memilih jenis daging dan teknik mengolah yang tepat, akan membantu kita mendapatkan manfaat maksimal dari daging yang kita konsumsi serta melindungi diri dari risiko kesehatan.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved