Berita Blitar

205 Hewan Kurban di Kota Blitar Terkena Penyakit Cacing Hati dan Paru, Ini yang Dilakukan DKPP

DKPP Kota Blitar banyak menemukan penyakit cacing hati (fasciolasis) dan penyakit paru-paru (pneumonia) pada hewan kurban yang disembelih

205 Hewan Kurban di Kota Blitar Terkena Penyakit Cacing Hati dan Paru, Ini yang Dilakukan DKPP
surya/samsul hadi
Petugas memeriksa jeroan hewan kurban yang disembelih di Kota Blitar. Proses penyembelihan hewan kurban di RPH Kota Blitar. 

SURYA.co.id | BLITAR - Petugas Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar banyak menemukan penyakit cacing hati (fasciolasis) dan penyakit paru-paru (pneumonia) pada hewan kurban yang disembelih di Kota Blitar.
DKPP mencatat ada 205 hewan kurban yang terkena penyakit cacing hati dan paru-paru, baik sapi maupun kambing.

"Hingga hari ini, jumlah hewan kurban yang disembelih di Kota Blitar ada 422 ekor sapi, 1.226 ekor kambing, dan satu ekor kerbau. Besok (Selasa) masih ada penyembelihan lagi," kata Kabid Peternakan DKPP Kota Blitar, Dewi Masitoh, Senin (12/8/2019).

Dari total hewan kurban yang disembelih itu, petugas menemukan penyakit cacing hati pada sapi sebanyak 99 ekor dan pada kambing sebanyak 74 ekor.

Sedangkan, penyakit paru-paru ditemukan pada sembilan ekor sapi dan 23 ekor kambing.

"Paling banyak kami temukan penyakit cacing hati pada sapi dan kambing," ujarnya.

Dewi mengatakan temuan penyakit cacing hati dan paru-paru pada hewan kurban itu menyebar di tiga kecamatan di Kota Blitar.

Petugas memantau proses penyembelihan hewan kurban di masjid dan instansi di Kota Blitar.

"Kami menerjunkan 15 tim untuk memantau proses penyembelihan hewan kurban di Kota Blitar," ujarnya.

Petugas meminta panitia penyembelihan hewan kurban untuk membuang jeroan yang terkena penyakit.

Sedangkan untuk daging hewan kurban yang terkena penyakit cacing hati dan paru-paru tetap layak untuk dikonsumsi.

"Dagingnya tetap aman dikonsumsi. Tapi untuk jeroan yang terkena penyakit kami minta untuk dibuang," ungkapnya.

Dengan temuan ini, kata Dewi Masitoh, dinas akan meningkatkan pemberian obat cacing pada hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha.

Petugas juga akan mengintensifkan proses pemeriksaan hewan tiap menjelang Hari Raya Kurban.

"Ini menjadi bahan evaluasi kami. Kami akan meningkatkan pemberian obat cacing pada hewan kurban. Dari pemeriksaan luar, hewan kurban ini seperti sehat-sehat saja, ternyata setelah disembelih terkena penyakit cacing hati dan paru-paru," pungkasnya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved