Tradisi Unik Warga Kampung Temenggungan Tiap Idul Adha. Hewan Diarak Agar Peredaran Darah Lancar

"Nanti setelah diarah, aliran darah lancar. Dagingnya otomatis jadi segar," tutur Maulan, Minggu (11/8/2019).

Tradisi Unik Warga Kampung Temenggungan Tiap Idul Adha. Hewan Diarak Agar Peredaran Darah Lancar
tribun jatim/aminatus sofya
Warga Kampung Temenggungan Barat, Kota Malang saat melalukan ritual arak-arakan kambing yang akan disembelih untuk Idul Adha. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

SURYA.co.id | MALANG - Sebuah ritual unik dilakukan oleh warga Kampung Temenggungan Barat, Kecamatan Klojen, Kota Malang saat Idul Adha.

Ritual unik itu adalah mengarak hewan yang bakal dikurbankan keliling kampung sambil melantunkan salawat dan takbir.

Pukul 08.00 WIB selepas menunaikan salat Idul Adha, warga berkumpul sambil menenteng kambing yang diarak. Kambing tersebut mayoritas berjenis etawa dengan bobot 60-80 kg.

Ketika acara arak-arakan dimulai, warga yang turut serta membawa spanduk dan balon. Keriuhan semakin pecah ketika flare serta smoke bomb dinyalakan.

Ketua Panitia, Maulana Ababil menceritakan arak-arakan kambing itu turun-temurun diwariskan oleh ulama kampungnya. Tujuannya, adalah melancarkan peredaran darah sebelum kambing disembelih.

"Nanti setelah diarah, aliran darah lancar. Dagingnya otomatis jadi segar," tutur Maulan, Minggu (11/8/2019).

Kalau tak salah ingat kata Maulana, tradisi ini berlangsung sejak tahun 1975. Jalan sekitar kampung yakni Jalan Gatot Subroto, Jalan Ariesmunandar, Jalan Zainul Arifin, dan Jalan KH Ahmad Dahlan dipilih jadi tempat show para kambing.

Warga pun menonton di depan rumah. Mereka meneriakkan semangat dan bersorak. Sekaligus merekamnya dengan ponsel.

"Mesti meriah. Ini adalah acara yang ditunggu-tunggu oleh warga kampung," tuturnya.

HUT Arema

Arak-arakan kambing semakin meriah lantaran warga Kampung Temenggungan Barat juga memperingati HUT klub sepak bola, Arema. Tahun ini, Idul Adha bertepatan dengan peringatan HUT Arema.

"Iya ini karena bertepatan dengan ulang tahun Arema, jadi kami juga memperingatinya," kata warga Temenggungan Barat, Ainul Yakin.

Sebagai wujud kecintaan kepada klub kebanggaan warga Malang itu, warga menyanyikan lagu Kabar Damai yang diciptakan Anto Baret.

"Ini juga sebagai pesan damai kepada para suporter," tutupnya.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved