Berita Jember

Ramah Lingkungan, Pemkab Jember Pakai Besek Untuk Pembungkus Daging Kurban Idul Adha 2019

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menggunakan besek (wadah dari anyaman bambu) sebagai pembungkus daging kurban di Hari Raya Idul Adha 1440 H

Ramah Lingkungan, Pemkab Jember Pakai Besek Untuk Pembungkus Daging Kurban Idul Adha 2019
SURYA.co.id/Sri Wahyunik
Bupati Faida serahkan hewan kurban ke Lapas Jember 

SURYA.co.id, Jember - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menggunakan besek (wadah dari anyaman bambu) sebagai pembungkus daging kurban di Hari Raya Idul Adha 1440 H / 2019. Pemkab Jember menyerahkan hewan kurban ke beberapa tempat di Jember.

Bupati Jember Faida mengatakan tahun sebelumnya, panitia pemotongan hewan kurban menggunakan kantong plastik atau kresek sebagai tempat daging, kemudian dibagikan.

“Kali ini dicoba dengan menggunakan besek yang ramah lingkungan," ujar Bupati Faida usai Shalat Idul Adha di Madjid Jami' Al-Baitul Amin Jember, Minggu (11/8/2019).

Besek yang digunakan sebagai tempat daging kurban merupakan produksi UMKM dari Kecamatan Tanggul.

“Kemarin pesan tiga ribu, sehingga bisa memberdayakan ekonomi kerakyatan di Jember,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Bupati Faida mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik atau kresek, terutama kresek hitam.

Menurutnya, kresek warna hitam mengandung zat karsinogen. “Kami harapkan tidak ada lagi yang menggunakan tas kresek hitam untuk qurban maupun bungkus makanan," harapnya.

Hewan qurban yang tahun ini diserahkan oleh Pemerintah Kabupaten Jember sebanyak lima ekor sapi. Rata-rata berat sapi 5 – 6 kuintal.

Sapi diserahkan ke takmir Majid AL Baitul Amin, Kepala Lapas Klas II A Jember, dan Ponpes AL Falah di Kecamatan Silo. Masing-masing satu ekor sapi. Sementara dua ekor sapi diserahkan ke Sekretariat Pemkab Jember.

Selain mendapatkan hewan kurban, masing-masing panitia penyembelihan hewan kurban mendapatkan besek.

"Semua akan dibagikan ke warga atau masyarakat sekitarnya," terang Faida.

Dalam pesannya, Bupati Faida mengatakan, berkurban tidak mengurangi apapun dari diri umat Muslim, tetapi menambah satu amalan ibadah yang barokah.

Faida juga menyampaikan, keteladanan yang dapat dijadikan contoh adalah Nabi Ibrahim AS mengurbankan anaknya.

“Sedangkan kita hanya berkurban sapi atau kambing. Bahkan banyak orang ganti mobil untuk hari raya tapi tidak berkurban," ujarnya.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved