Single Focus

Pasien RSUD Dr Soetomo, Belum Tahu Aplikasi Reservasi. Dr Joni: Perlu Ubah Pola Pikir Pasien

RSUD Dr Soetomo sebenarnya sudah punya aplikasi reservasi. Tapi sayang, banyak pasien yang tidak tahu sehingga antrean rujukan selalu mengular.

Pasien RSUD Dr Soetomo, Belum Tahu Aplikasi Reservasi. Dr Joni: Perlu Ubah Pola Pikir Pasien
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Suasana layanan pendaftaran di Gedung IRJ RSUD Dr Soetomo, Jumat (11/8). Meski sudah ada layanan aplikasi pendaftaran online dan Anjungan Pendaftaran Mandiri tetapi pengguna layanan pendaftaran online RSUD Dr Soetomo masih minim. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebagai RS rujukan tingkat A wilayah Indonesia Timur, RSUD Dr Soetomo menjadi jujugan ribuan pasien setiap harinya. Inovasi pelayanan pun mulai dikembangkan untuk memberikan pelayanan maksimal bagi pasien rawat jalan itu.

Salah satunya dengan menyediakan aplikasi pendaftaran atau reservasi online, sehingga memotong prosedur antrian pendaftaran yang ada dengan Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM).

Sayangnya, belum semua pasien/pengunjung di RS ini yang mengetahui aplikasi via online ini.

Seperti diungkapkan Rejusaena Ressa (24) yang mengandung anak pertamanya, dan harus menjalani rawat jalan di RSUD Dr. Soetomo karena terkena gastroschisis.

Dengan kondisi itu, ia rawat jalan dengan mengambil nomor antrean di loket depan, kemudian menunggu giliran di poli kandungan.

Ia tidak menggunakan aplikasi Reservasi RSUD Dr. Soetomo yang sebenarnya bisa digunakan untuk reservasi secara online.

"Saya tidak tahu itu sudah ada aplikasi itu atau belum, jadi antrenya ya manual. Yang paling lama pas di polinya, memang harus antre panjang sama pasien lainnya," tutur Ressa, Minggu (11/8).

Durasi antre paling lama menurutnya 15 menit, karena memang ramai sekali di poli kandungan. Setelah kontrol, suster maupun dokter memberi jadwal kapan lagi ia harus periksa.

Dengan ada aplikasi ini, ia berharap, bisa membantu pasien RSUD Dr Soetomo, utamanya para lansia.

"Sebab di Dr Soetomo kan orang suka datang pagi-pagi banget cuma buat ambil nomor. Kasihan, apalagi sampai banyak yang ngemper di sana," kata Ressa.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved