Aremania Bentangkan Bendera Raksasa di Tempat Landasan Paralayang di Kota Batu

Aremania membentangkan bendera raksasa berukuran 90x55 meter di tempat mendarat Paralayang Songgokerto, Kota Batu, Minggu (11/8/2019).

Aremania Bentangkan Bendera Raksasa di Tempat Landasan Paralayang di Kota Batu
ist/atlet paralayang kota batu, Joni Effendi
Penampakan bendera raksasa Arema dari atas. 

SURYA.co.id | KOTA BATU - Aremania membentangkan bendera raksasa berukuran 90x55 meter di tempat mendarat Paralayang Songgokerto, Kota Batu, Minggu (11/8/2019).

Perwakilan Aremania, Hari Sucahyo mengatakan bahwa pembentangan bendera di areal landing paralayang merupakan persembahan Aremania memperingati HUT ke-32 Arema.

Dalam peringatan HUT ke-32 Arema tersebut banyak harapan yang ia sampaikan. Baik untuk manajemen Arema maupun Aremania.

"Harapan di hari jadi Singo Edan bagi Aremania agar semakin solid medukung klub kebanggaan. Sedangkan untuk mamajemen kami berharap keseriusan dalam mengelola Arema," ujar Hari, Minggu (11/8/2019).

Ia menambahkan, apa yang telah dilakukan Aremania, baik di luar maupun di dalam stadion terus dilakukan dengan maksimal. Karena itu ia berharap menajemen Arema juga bisa menunjukkan dengan kerja maksimal.

Ia menjelaskan, bendera berukuran raksasa tersebut dalam pembuatannya membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Dengan proses menggambar satu bulan. Biaya yang dibutuhkan sebanyak Rp 80 juta.

Dalam pembuatan bendera itu, membutuhkan 300 Kg cat. Berat tersebut belum termasuk kain. Saat membentangkan bendera, membutuhkan puluhan Aremania dan memakan waktu sekitar 1 jam.

Yoyok menambahkan, pembuatan bendera raksasa bukan pertama kalinya ia buat bersama Aremania. Sebelumnya ia pernah membuat bendera berukuran 75x45 meter dan 30x500 meter.

Sedangkan untuk bendera raksasa yang dibentangkan dan menutup area landing paralayang tersebut haya sehari saja. Selain membentangkan bendera, atlit paralayang dari Batu juga mengibarkan bendera Arema.

Pada malamnya, digelar acara musim tahunan Malang Kucecwara di area parkir Landing Paralayang.

Penulis: Benni Indo
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved