Reaksi Intelijen Indonesia Soal Rumor Taruna Akmil Enzo Zenz Terpapar HTI, Tuntut TNI Lebih Detail

Badan Intelijen Negara (BIN) ikut bereaksi soal rumor yang menyebut taruna Akmil Enzo Zenz Terpapar HTI

Kolase Dok. SMA Al Bayan dan Instagram
Enzo Zenz Allie 

SURYA.co.id - Badan Intelijen Negara (BIN) ikut bereaksi soal rumor yang menyebut taruna akademi militer (Akmil) Enzo Zenz Allie sebagai simpatisan kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)

Dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'BIN Minta TNI Verifikasi Latar Belakang Enzo', reaksi intelijen Indonesia soal rumor yang menimpa Enzo ini diungkapkan oleh Juru Bicara Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Hari Purwanto

Wawan meminta TNI untuk melakukan verifikasi lebih detail terkait dengan latar belakang calon taruna di Akademi Militer, Enzo Zenz Allie.

"Mental ideologi (MI) tidak boleh ada yang berbeda dengan Pancasila. TNI perlu lakukan verifikasi lebih detail. Kata kuncinya dia (Enzo) harus steril dari ideologi yang berbeda," ujar Wawan saat diskusi polemik bertajuk "Enzo, Pemuda, dan Kemerdekaan" di Jakarta Pusat, Sabtu (10/8/2019).

Enzo Zenz Allie saat mengikuti pendidikan di Akmil Magelang.
Enzo Zenz Allie saat mengikuti pendidikan di Akmil Magelang. (instagram)

Wawan menuturkan, ideologi yang berlawanan dengan nilai Pancasila dan NKRI kini memang rentan dan rawan terjadi pada masyarakat, khususnya pada pemuda Indonesia.

Ia menyebutkan, bahkan ada aparat penegak hukum juga berpotensi terhadap paham-paham radikalisme.

Maka dari itu, menurutnya, perekrutan aparat perlu diperketat.

"Faktanya, ada lho aparat yang berbelok. Seperti di Jantho, Aceh, ada aparat yang memiliki paham radikalisme, kemudian langsung dipecat. Di Poso juga ada, hal itu menunjukkan bahwa begitu bahayanya jika perekrutan tidak steril," paparnya kemudian.

Maka dari itu, pihaknya meminta TNI untuk memverifikasi latar belakang Enzo.

Pasalnya, ideologi merupakan salah satu dasar yang menjadi penting untuk menjadi seorang tentara.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved