Breaking News:

Kurban Sapi untuk Idul Adha Dapat Hadiah Umroh, ini Cerita Haru Nenek Sahnun Pemulung di Mataram

Berkurban sapi untuk Idul Adha 2019 malah dapat hadiah umroh, inilah yang dialami nenek Sahnun seorang pemulung di Mataram

youtube Kompas TV
Cerita Haru Nenek Sahnun Pemulung di Mataram 

Jemaah pengajian di Masjid Nurul Iman, tempat Sahnun ikut pengajian, menyambut bahagia hadiah yang diterima nenek pemulung ini.

Bagi mereka, nenek Sahnun adalah gambaran dan wujud keikhlasan yang bisa menjadi contoh bagi setiap orang.

"Memulung, baginya adalah pekerjaan yang membuatnya merasa hidup, tanpa menuntut banyak hal, terlebih menerima hadiah cuma-cuma yang tiba-tiba datang padanya."

"Kami sangat bahagia dia mendapatkan hadiah ini," ucap Handayani, anggota Majelis Ta'lim Nurul Iman

7 Bocah SD di Bogor Beli Sapi Kurban

Dalam kasus lain, tujuh bocah Sekolah Dasar ( SD) di Bogor berhasil membeli sapi kurban setelah menabung selama 10 bulan.

Mereka adalah Abu Bakar, Zhilal, Sauqi, Fauzan, Sukatma, Zalfa, dan Yudi.

Ketujuh bocah itu berhasil mewujudkan mimpi membeli sapi kurban untuk Idul Adha 1440 H, dengan menyisihkan uang jajan sebesar Rp 5.000 setiap hari selama 10 bulan.

Dari hasil menabung itulah ketujuh bocah itu membeli seekor sapi seharga Rp 19, 5 juta.

Saat diwawancara Kompas.com (grup SURYA.co.id), Abu Bakar alias Iki mengatakan dirinya yang pertama kali mengajak teman-teman untuk patungan membeli sapi kurban.

Selain itu, ia juga yang mengoordinasi tabungan kurban keenam temannya.

Selepas pulang sekolah, Iki selalu mencari rekan sepermainan untuk menagih uang tabungan harian sesuai jumlah yang telah disepakati.

Diakui anak terakhir dari delapan bersaudara ini jika apa yang dilakukan bersama temannya hanya untuk berbagi.

"Cuma mau berbagi ke sesama aja, khususnya warga di sini," ujar Iki dikutip dari Kompas.com artikel 'Kisah 7 Bocah di Bogor Tabung Uang Jajan 10 Bulan untuk Beli Sapi Kurban'.

Iki lantas menceritakan perjuangan untuk menyisihkan uang demi membeli sapi kurban.

Rupanya uang yang mereka kumpulkan itu berasal dari hasil bayaran sebagai grup marawis. 

Selain itu, secara pribadi Iki menyisihkan uang dari hasil membantuk kakaknya berjualan bensin eceran di Pasar Anyar, Kota Bogor. 

Rasa senang dan bangga pun terpancar dari ketujuh bocah itu lantaran berhasil mewujudkan keinginan mereka.

"Udah dari 10 bulan yang lalu nabung dari uang jajan. Emang niat mau beli sapi buat kurban. Alhamdulillah, kebeli sapi. Belinya di daerah Dramaga," terang Iki. 

Rasa bangga serta haru juga dirasakan orang tua mereka. Sati (54), orangtua Iki, mengaku senang dengan inisiatif sang anak. 

Masuto Alfianto, petani Pamekasan yang tergabung dalam HKTI Pamekasan, berpose dengan sapi Belgian Blue di kandangnya, Kamis (18/7/2019).
Masuto Alfianto, petani Pamekasan yang tergabung dalam HKTI Pamekasan, berpose dengan sapi Belgian Blue di kandangnya, Kamis (18/7/2019). (TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian)

Meski Sati tak mengelak jika sempat meragukan niat baik putra bungsunya, namun ia berusaha tetap mendukung.

"Waktu itu saya tanya, 'kamu sanggup enggak?' Dia bilang sanggup, nanti mau nyisihkan uang jajan. Jujur, saya jarang kasih uang jajan ke dia." ungkap Sati. 

Sati berharap niat tulus dari Iki dan teman-temannya menabung untuk hewan kurban dapat menjadi contoh bagi anak-anak yang lain."Yang jelas senang, dia bisa (kurban) sendiri, alhamdulillah," tuturnya.

Rasa bangga turut dirasakan Yani Haryani, orangtua Fauzan.

Kebanggaan terhadap anak semata wayangnya itu tak dapat digambarkan dengan kata-kata.

Yani mengungkapkan, Fauzan sengaja menyisihkan uang jajan setiap hari untuk berkurban di Idul Adha tahun ini.

"Awalnya nabung biasa saja. Tapi tiba-tiba mereka ingin berkurban, dan sepakat mengubah tabungan ini menjadi tabungan kurban,” kata Yani.

Ketua RW setempat, Ahmad Darmawan mengaku terkesan dengan niat ketujuh bocah SD itu.

Semula, Ahmad merasa ragu lantaran mereka masih seumur jagung.

Tapi tak disangka, niatan mereka bisa terwujud.

Ayu Ting-Ting sedang melihat sapi kurban
Ayu Ting-Ting sedang melihat sapi kurban (Grid.id)

Ketika itu, ujarnya, ia sempat bilang kepada anak-anak itu, jika tidak sanggup membeli sapi bisa diganti dengan membeli kambing.

“Saya tahu sejak setahun lalu. Awalnya sempat ragu, namanya juga anak-anak kan tahu sendiri. Walau ragu tetap kami dukung, kan niatnya positif,” tutur Ahmad.

Ahmad menyebut, ini baru pertama kali terjadi di kampungnya.

Ia berharap keberhasilan mereka dapat dijadikan kisah inspirasi bagi orang lain, khususnya umat Muslim yang ingin berkurban.

"Tentu ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Anak-anak tersebut mengajarkan banyak hal kepada kita. Mereka yang masih kecil saja bisa, masa kita tidak," ujar dia.

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved