Breaking News:

Berita Surabaya

8 Jam Hilang, Tim SAR Masih Terus Cari Korban Ambruknya Tanggul Lumpur di Sukomanunggal

Hingga pukul 21.35 WIB, belum ada tanda-tanda keberadaan tubuh korban di lokasi terakhir dirinya terpendam lumpur akibat ambrolnya tanggul lumpur

TribunJatim.com/Luhur Pambudi
Petugas masih berupaya mencari tubuh korban Imam Syafii pekerja pabrik sepatu yang terbenam luberan lumpur di Jalan Sukomanunggal, Surabaya, Sabtu (10/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

SURYA.co.id | SURABAYA - Tim SAR Gabungan masih terus mencari tubuh Imam Syafii, pekerja pabrik sepatu yang terbenam lumpur di Jalan Sukomanunggal, Surabaya, Sabtu (10/9/2019).

Hingga pukul 21.35 WIB, belum ada tanda-tanda keberadaan tubuh Imam Syafii di lokasi terakhir dirinya terpendam luberan lumpur akibat tanggul penampungnya ambruk.

Tanggul Lumpur di Sukomanunggal Ambruk, 1 Orang Hilang Terbenam Masih Belum Ditemukan

Kapolsek Sukomanunggal Kompol Muljono menuturkan, mekanisme proses pencarian pada korban menggunakan cara manual.

Yakni dengan cara menyemprot langsung ke area yang diduga sebagai titik terakhir hilangnya tubuh Imam Syafii karena terbenam lumpur.

"Kami menyemprotkan air kemudian lumpur yang ada di lokasi korban tertimbun disemprot yang bisa tersingkirkan," katanya saat ditemui di lokasi, Sabtu (10/8/2019).

Muljono mengungkapkan, proses pencarian terhadap Imam Syafii didasarkan atas informasi yang disampaikan dua orang rekan korban.

"Upaya pencarian kami tadi berdasarkan informasi yang disampaikan oleh dua orang temannya tadi," ujarnya.

Pantauan di lokasi sejak pukul 19.30 WIB, Tim SAR gabungan sudah memulai aktivitas pencarian pada korban.

Sekitar enam orang petugas yang mengenakan seragam yang berbeda-beda berupaya menyemprotkan air melalui sebuah selang yang mereka bawa.

Semburan air diarahkan para petugas ke arah bawah dan sesekali mereka berhenti lalu mengangkat beberapa bongkahan batu berukuran besar.

Sementara itu Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPB Linmas Surabaya, Yusuf Masruh menuturkan, proses pencarian melibatkan beberpa pihak.

Mulai dari Satpol PP, BPB Linmas, PMK, dan Basarnas.

"Iya kami kali ini dibantu oleh Basarnas semua ada," katanya.

Yusuf mengungkapkan, Tim SAR mengalami kendala medan area pijakan yang terbilang sulit karena ada di tengah.

"Di tengah dan lumpur yang lembek, agak menyulitkan kami," tandasnya.

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved