Berita Lamongan

Tak Berizin, Obyek Wisata Gunung Mas di Lamongan Ditutup Paksa

Obyek wisata Gunung Mas di bukit kapur Desa Tugu, Kecamatan Mantup, Lamongan, ditutup paksa Satpol PP.

Tak Berizin, Obyek Wisata Gunung Mas di Lamongan Ditutup Paksa
SURYA.co.id/Hanif Manshuri
Petugas Satpol PP menutup obyek wisata Gunung Mas, di Desa Tugu, Kecamatan Mantup, Lamongan, Jawa Timur, Jumat (9/8/2019) 

SURYA.co.id l LAMONGAN - Obyek wisata Gunung Mas di bukit kapur Desa Tugu, Kecamatan Mantup, Lamongan, ditutup paksa Satpol PP.

Obyek wisata milik pribadi itu sudah beroperasi selama setahun. Selama beroperasi, ternyata tidak dilengkapi ijin sesuai aturan yang berlaku.

"Kita tutup karena obyek wisata itu tidak memiliki ijin," ujar Kabid Penegakan Perda Satpol PP Lamongan, Sapari kepada Surya.co.id, Jumat (9/8/2019).

Isti Taufik, sang pemilik usaha tidak memiliki 3 ijin atau legalitas yang sudah ditetapkan diantaranya, ijin pariwisata, lingkungan dan ijin mendirikan bangunan (IMB).

Menurut Sapari, pemilik obyek wisata melanggar aturan karena tidak bisa menunjukkan legalitas itu.

Bukan berarti pemilik tidak bisa menunjukkan fisik legalitas karena masih diurus, tapi belum diurus ijinnya sampai hari ini.

"Kami sudah tiga kali memberi surat. Namun tidak ada respon atau upaya segera mengurus ijin," kata Sapari.

Pihaknya sebagai petugas penegakan Perda, mempunyai kewajiban untuk menindak tegas pelanggaran yang ada.

Tepat di pintu masuk lokasi wisata ditutup dengan papan pengumuman yang menyebutkan lokasi ditutup. Papan segel penutupan tersebut bahkan dipasang kuat dengan cara dua tiangnya dicor.

Kalau pemilik obyek wisata sampai nekat membuka atau merusak papan penutupan itu, tegas Sapari, maka urusannya akan diserahkan ke penegak hukum, polisi.

Tapi, Sapari meyakini pemilik obyek wisata itu tidak sampai sajauh itu berani merusak papan segel.

Pasalnya, saat penutupan, Satpol PP sudah bertemu dengan Taufik, pemilik obyek dan diberikan pemahaman.

"Pemiliknya baik dan mau memahami," kata Taufik.

Pihaknya sudah menyarankan, agar segera mengurus dan menyelesaikan semua perijinan.

"Selama belum mengantongi ijin, lokasi wisata itu tidak boleh dibuka," tandas Sapari.

Sekedar diketahui, obyek wisata milik pribadi itu memanfaatkan lahan bekas tambang kapur yang tandus dan gersang.

Lewat tangan dan imajinasi Taufik, lahan itu disulap menjadi lokasi wisata alternatif yang dikenal dengan sebutan Gunung Mas.

Gunung Mas sebenarnya berupa rumah peristirahatan dari kayu yang dipercantik dengan nuansa Jawa dan China. Warna merah menjadi ciri khas setiap bangunan yang ada di kawasan ini.

Awalnya ini adalah rumah Taufik, tapi kemudian banyak yang datang karena tertarik. Obyek wisata hanya memberlakukan biaya parkir pada pengunjung.

Di bangunan berwarna merah yang berpadu dengan tekstur batu kapur dan kolam di tengah kawasan inilah pengunjung biasa berswafoto.

Ditambah lagi banyak tulisan lucu dan menarik yang sengaja dipajang pemilik untuk menyemarakkan suasana. Misalnya, Anda akan masuk ke 'Gang Galau', 'Jangan Kau Sakiti Hatiku', 'Kaulah Dambaan Hidupku', 'Masuklah ke Pintu Hatiku' atau 'Buanglah Mantan Pacar pada Tempatnya'.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved