Berita Magetan

Solusi Akhir Kasus Siswa SDN Widorokandang 2 Magetan yang Dituduh Rusakkan Papan Tulis Sekolah

Siswa Kelas 4 SDN Widorokandang 2, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan dituduh merusak papan tulis kelas saat becanda dengan teman satu kelasnya.

Solusi Akhir Kasus Siswa SDN Widorokandang 2 Magetan yang Dituduh Rusakkan Papan Tulis Sekolah
surabaya.tribunnews.com/doni prasetyo
SDN Widorokandang, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan. Pemkab Magetan lewat Dikpora akhirnya menyelesaikan kasus dugaan perusakan papan tulis oleha siswa SDN Widorokandang 2 Magetan. 

SURYA.co.id | MAGETAN - Kasus siswa SD Widorokandang 2 Magetan yang diminta ganti rugi Rp 1 juta atas rusaknya papan tulis sekolah akhirnya sampai ke Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Dikpora Kabupaten Magetan.

Siswa Kelas 4 SDN Widorokandang 2, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan dituduh merusak papan tulis kelas saat becanda dengan teman satu kelasnya.

Atas kasus tersebut akibatnya Kepala Sekolah SDN Widorokandang 2, Pengawas Sekolah dan orangtua siswa dipanggil ke Dikpora, Jumat (9/8/2019).

"Kami sampaikan kepada wali murid agar tidak usah mengganti papan tulis yang rusak, apalagi itu dilakukan karena ketidaksengajaan. Itu tanggungjawab pemerintah,"kata Kadindikpora Kabupaten Magetan Suwoto kepada Surya.co.id, Jumat (9/8/2019).

Dalam pertemuan itu, lanjut Kadindikpora Suwoto, masing-masing diminta menjelaskan, awal penyebab rusaknya papan tulis itu sehingga ortu siswa klas 4 SDN itu diminta membayar Rp 1 juta.

"Sebenarnya kerusakan papan tulis itu tidak parah amat. Makanya tidak ada orangtua murid yang tega anaknya di tahan di kepolisian, akhirnya, mantan pejabat itu banyak yang tergoda,"kata suwoto.

Menurut Suwoto, aturan masalah sarana pasar itu jelas, dan tidak ada orangtua wali murid yang diminta mengganti sarpras sekolah yang rusak akibat kegiatan belajar mengajar (KBM).

"Sesuai keterangan Kasek, tidak ada niatan menyengsarakan orangtua wali murid. Saya yakin, Kasek sudah paham regulasi masalah sarpras. Mungkin ungkapan minta ganti papan tulis senilai Rp 1 juta itu, agar anak tidak mengulangi perbuatanya itu saja,"kata Suwoto.

Kasus itu bermula, ketika anaknya yang baru kelas 4 di SDN Widorokandang becanda dengan teman sekelasnya, karena saking serunya, anak Sukir buruh tani itu mengenai papan tulis.

Mengetahui papan tulis rusak, pihak sekolah kemudian memanggil Sukir orangtua siswa klas 4 itu. Setelah dihitung-hitung akhirnya sekolah menetapkan nilai Rp 1 juta untuk membeli papan tulis baru.

Meski Sukir mengaku keberatan, pihak sekolah dengan alasan memberi efek jera kepada siswa lain, tidak memberikan kelonggaran sedikit pun

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved